16/03/2026
Selat Hormuz disebut tetap terbuka bagi kapal-kapal dari berbagai negara, kecuali milik Amerika Serikat dan Israel.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut pembatasan hanya berlaku bagi kapal dari negara yang dianggap “musuh”.
“Sebenarnya, Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh kita, untuk mereka yang menyerang kita dan sekutu mereka. Negara ang lain dapat lewat dengan bebas,” kata Araghchi dalam wawancara bersama MS Now.
Menurutnya, kapal tanker dan kapal komersial lain masih dapat melintas secara bebas di jalur strategis tersebut.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump berharap bahwa sejumlah negara akan mengirim kapal untuk menjaga jalur pelayaran agar tetap terbuka.
Sumber: MS Now
+