Bogor Tempo Doeloe

Bogor Tempo Doeloe Bogor Tempo Doeloe adalah ruang berbagi cerita, sejarah, dan nostalgia tentang Bogor dari masa ke masa.

Kami menghadirkan kisah, foto, ilustrasi, peta, dan arsip sejarah untuk mengajak masyarakat mengenal serta menghargai warisan budaya dan sejarah.

Nama Tijan mungkin belum begitu dikenal oleh banyak warga Kota Bogor. Namun, bagi masyarakat Cimanggu, nama ini bukanlah...
07/08/2026

Nama Tijan mungkin belum begitu dikenal oleh banyak warga Kota Bogor. Namun, bagi masyarakat Cimanggu, nama ini bukanlah nama biasa.

Namanya begitu dikenal hingga kemudian diabadikan menjadi nama sebuah perkampungan: Gang Pahlawan Tijan, di wilayah Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Tijan atau Tidjan dalam ejaan lama, lahir dari keluarga terpandang di Cimanggu. Ayahnya bernama Haji Syairin, sedangkan ibunya Hj. Khodijah. Keluarganya tinggal di sebuah rumah yang cukup luas di kawasan Cimanggu, yang pada masa itu masih termasuk wilayah Kedung Halang, Kabupaten Bogor, sebelum terjadi pemekaran wilayah Kota Bogor.

Sejak kecil, Tijan dikenal sebagai anak yang pemberani. Ketika anak-anak seusianya sibuk bermain, Tijan justru sudah ikut membantu perjuangan.

Ia menjadi mata-mata bagi laskar rakyat pimpinan Syahroni, mengamati pergerakan musuh dan memberikan informasi kepada para pejuang.

Menginjak usia muda, keberaniannya semakin besar. Tijan bergabung dengan laskar rakyat dan ikut mengangkat senjata melawan Belanda.

Salah satu aksinya yang terkenal adalah mencuri senjata dari pos-pos penjagaan Belanda. Senjata-senjata yang hilang itu membuat tentara Belanda melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah untuk mencarinya.

Kebenciannya terhadap penjajahan semakin kuat setelah mendengar tragedi Rawagede, Karawang, pada akhir 1947. Dalam peristiwa tersebut, ratusan rakyat menjadi korban pembantaian oleh pasukan Belanda.

Namun, perjuangan Tijan harus berakhir ketika ia masih sangat muda.

Pada 18 September 1948, di daerah Gunung Putri, pasukan yang diikutinya terlibat pertempuran dengan tentara Belanda. Beberapa peluru bersarang di tubuh Tijan.

Ia gugur sebagai pejuang dalam usia muda.

Kabar kematiannya tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Terlebih, Tijan sebelumnya telah menyampaikan keinginannya untuk segera meminang kekasihnya.

Namun takdir berkata lain.

Jasad Tijan kemudian dibawa oleh rekan-rekan seperjuangannya kembali ke Cimanggu. Ia dimakamkan di pemakaman keluarga, tidak jauh dari rumah tempat ia dibesarkan.

Untuk mengenang keberanian dan pengorbanannya, nama Tijan kemudian diabadikan menjadi Gang Pahlawan Tijan.

Pada tahun 2007, Tijan juga diakui sebagai veteran pejuang oleh Pemerintah Kota Bogor.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Tijan mungkin bukan nama yang tercatat besar dalam buku-buku sejarah nasional. Tetapi bagi Cimanggu dan Bogor, ia adalah bagian dari sejarah perjuangan yang tidak seharusnya dilupakan.

Karena kemerdekaan tidak hanya diperjuangkan oleh tokoh-tokoh besar yang namanya kita kenal.

Ada p**a pemuda-pemuda seperti Tijan, yang berjuang dalam diam, mengangkat senjata, mempertaruhkan nyawa, dan akhirnya gugur di usia muda.

Namanya mungkin sederhana. Tetapi pengorbanannya tidak.

Foto adalah ilustrasi

Siapa sajakah raja raja yang berkuasa setelah Prabu Siliwangi Wafat/Moksa? Saksikan kisah lengkapnya di Channel resmi Bo...
07/08/2026

Siapa sajakah raja raja yang berkuasa setelah Prabu Siliwangi Wafat/Moksa? Saksikan kisah lengkapnya di Channel resmi Bogor Tempo Doeloe :

Kali ini kami kembali menayangkan video Silsilah Raja Raja Pajajara...

Gang Sepatu, Buitenzorg 1930 Mungkin ada yang punya foto pembandingnya dengan kondisi sekarang ๐Ÿ™‚
07/08/2026

Gang Sepatu, Buitenzorg 1930
Mungkin ada yang punya foto pembandingnya dengan kondisi sekarang ๐Ÿ™‚

Arsip Foto dari Perpustakaan Nasional dengan keterangan:Rusak Parah: Sepanjang jalan Bojong Gede Bogor Jawa Barat ini ke...
07/08/2026

Arsip Foto dari Perpustakaan Nasional dengan keterangan:
Rusak Parah: Sepanjang jalan Bojong Gede Bogor Jawa Barat ini keberadaannya rusak parah kendati pemungutan retribusi berjalan dengan lancar namun tidak diimbangi dengan kondisi jalan.
Foto tanggal: 23 Oktober 1995 (Khastara/Perpusnas)

Tuh kan kelihatan orangnya, biasanya kalau difoto ngumpet mulu ๐Ÿ˜„Tukang bilik di depan sebuah gang tahun 1995 Lokasi pers...
07/08/2026

Tuh kan kelihatan orangnya, biasanya kalau difoto ngumpet mulu ๐Ÿ˜„
Tukang bilik di depan sebuah gang tahun 1995
Lokasi persis admin kurang tahu .

Seperti apa suasana Bogor p***a kemerdekaan? Saksikan Video Sejarah Bogor tahun 1945 - 1946 yang mengulas beragam perist...
31/07/2026

Seperti apa suasana Bogor p***a kemerdekaan? Saksikan Video Sejarah Bogor tahun 1945 - 1946 yang mengulas beragam peristiwa penting yang terjadi di Bogor p***a Proklamasi 17 Agustus 1945. โš”๐ŸŽ–๐Ÿช–

Bogor Masa Bersiap (1945โ€“1946) | Kota di tengah RevolusiApa yang ...

Foto Jalan Sudirman tahun 1930-1940 yang sudah diwarnai. Bangunan di latar adalah Tugu/Pilar putih yang dibangun era Gub...
24/07/2026

Foto Jalan Sudirman tahun 1930-1940 yang sudah diwarnai. Bangunan di latar adalah Tugu/Pilar putih yang dibangun era Gubernur Jenderal Dominique Jacques de Eerens yang memerintah antara tahun 1836 โ€“ 1840 dan tinggal di Istana Bogor.

Tanggal 12 Juni 1950, Kota Bogor mendapatkan kunjungan Presiden Sukarno dan Perdana Menteri India, Pandit Jawaharlal Neh...
23/07/2026

Tanggal 12 Juni 1950, Kota Bogor mendapatkan kunjungan Presiden Sukarno dan Perdana Menteri India, Pandit Jawaharlal Nehru. Rombongan tampak melintasi Jalan Juanda (Dulu masih bernama Jalan Raya / Djalan Raja), memasuki halaman Museum Zoologi. Terlihat plang iklan kolam renang Pemandangan yang dulu sangat populer di masyarakat Bogor.

Bondongan tahun 1898, dengan latar Gunung Salak.๐ŸŽฅ Kartu Pos Jadul
23/07/2026

Bondongan tahun 1898, dengan latar Gunung Salak.
๐ŸŽฅ Kartu Pos Jadul

Address

Bogor

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bogor Tempo Doeloe posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share