Sastra Gerak

Sastra Gerak Sastra gerak merupakan tempat untuk berbagai informasi tentang tulisan dan juga fenomena yang terjadi saat ini

ketinggalan momen spesial bareng keluarga, dan gak sempet foto bareng, bisa nih mampir siapa tahu kami bisa bantu,,
11/01/2024

ketinggalan momen spesial bareng keluarga, dan gak sempet foto bareng, bisa nih mampir siapa tahu kami bisa bantu,,

Aku menuliskan cerita hati iniDari sebuah ketidakpastian yang memburu akal sehat manusia, ia menguasai logika dan membua...
29/03/2023

Aku menuliskan cerita hati ini
Dari sebuah ketidakpastian yang memburu akal sehat manusia, ia menguasai logika dan membuat cerita tentang dirinya sendiri. Lalu membuat manusia lain harus taat dan mengikuti keputusannya,

Dari mutiara yang berharga mereka lengah karena lumpur yang telah menyelimuti tubuhnya sehingga tak lagi menggalih ia pergi dan memiliki lumpur lain untuk ia gali.

Terbentuk dari proses yang instan dan akhirnya ragu dengan dirinya sendiri.

Wahai engkau yang memakai dalih untuk memperlemah diri, tunjukan kekuatan yang dulu kau sombongksan, memperlihatkan kelemahan karena tidak puasan, tersindir kata remeh temeh.

Merusak moralitas yang tersusun lalu di percaya oleh federasi dan insan yang menjunjung tinggi iktikad, porak poranda karena ucapan rasa lapar.

Kau tak percaya pada diri mu sendiri, dan melibatkan orang lain menjadi umpan untuk ketidak puasan mu, sangat luar biasa menyusun aksi dan menunjukan bahwa kau sangat lemah.

Semakin penuh isi didalam otak mu karena tidak yakin dengan diri sendiri, terlalu fulgar memang namun bagaimana lagi, semoga paham dan bisa di mengerti tanpa emosi.

Polgowok 27 Maret 2023

Ada sebuah cerita dalam sebuah puisi, selanjutnya kita akan bersama sama membuat pohon kata...
26/08/2022

Ada sebuah cerita dalam sebuah puisi, selanjutnya kita akan bersama sama membuat pohon kata...

Capek ya istirahat ❤  💛
25/08/2022

Capek ya istirahat

❤ 💛

Kadang    ❤  ❤️
24/08/2022

Kadang

❤ ❤️

Pernah gak kita berfiki.Saya capek dan saya gak bisa ngelakuin ini terus menerus, coba kenapa dan kapan kalian berfikir ...
24/08/2022

Pernah gak kita berfiki.
Saya capek dan saya gak bisa ngelakuin ini terus menerus, coba kenapa dan kapan kalian berfikir seperti itu.

________________________________________________________________









             😊
22/08/2022

😊

Pikiran jelas akan mengganggu kita, entah aktifitas atau bahkan ketika kita hendak istirahat, pikiran dapat mengaggu kit...
22/08/2022

Pikiran jelas akan mengganggu kita, entah aktifitas atau bahkan ketika kita hendak istirahat, pikiran dapat mengaggu kita, maka selalu berfikir positif itu memang sangat perlu. Hal yang dapat menghancurkan rencana kita adalah suatu ,pikiran yang negatif. Kadang dengan suatu hal yang receh itu dapat membuat kita pada titik dimana kita akan lebih sengsara ketika ha-hal negatif menganggu kita.
_______________________________________________________________________


Gelas Retak_________________________________________Ainun Najib_Secarik kertas menyatu dalam kesatuan, menyimpan banyak ...
22/07/2022

Gelas Retak

_________________________________________

Ainun Najib

_
Secarik kertas menyatu dalam kesatuan, menyimpan banyak rahasia yang tak tersampaikan oleh kata-kata, aku di tengah bulan berkabut tertutupi oleh mega yang sengaja menghalangi Dwaraka, tempat penuh kedamaian. Aku titipkan pesan dari merpati yang lama dipenjara, ia tak meminta apapun untuk imbalan, kebebasan itu suatu keinginan yang paling sempurna.

Aku atas nama ku yang tak dapat dikenal oleh dunia, kini aku terbebas dari jeruji yang selama ini menyiksaku tanpa ampun, siapa disana yang menantiku atau mereka telah mati karena lama dengan janji yang pernah diutarakan oleh sang penghianat kepadanya. Kakiku sampai kini masih tampak sama, bahkan lebih ringan dari biasanya, aku dapat melaju secepat kenari, akan banyak daging yang akan aku dapat. Merpati sampaikan pesan ku pada anak dan istriku, aku bebas. “Aja ngalih teka panggonan mu, diluk engkas aku balik” aku sangat rindu dengan kekasih ku yang mungkin telah berkasih dengan orang lain, tak apa, aku akan menikmati hal itu, bahkan mungkin jika dia masih setia aku sangat menghargainya.

Dibalik cahaya malam yang menyembunyikan banyak kenangan, aku pernah berpaling pada sejuta cahaya demi menikmati lilin yang kian padam. “yen tresnaku ra biso gawe kowe seneng, ora apa-apa yen kowe ambi wong liyan, nanging aku bakal tetep setia marang kowe” Kerasnya batu tak akan melukai hati yang keras melebihi intan, dari daun yang jatuh kau tetap megah bersama ranting.

Aku bingung dengan satu hal yang menggangguku setiap malam, ada kesedihan yang tak menyiksa ku, namun ada canda yang membuat ku pedih bila harus mengingatnya, cahaya itu tak redup pun tak membuat sekelilingnya tampak gelap, ia tetap bertahan dengan hal itu. Ucapan-ucapan yang tak pernah terwujud menjadi tulisan terlintas dalam benak hanya sebatas ingatan dan akhirnya berlalu begitu saja. Dari bola pijar yang segera terganti oleh lentera redup menyala namun tak menerangi, aku berada di sebuah halaman luas dengan harapan embun akan bicara indah di hadapan ku. Wahai kau yang berdiri diatas tumpukan harapan, masih berharap apa lagi engkau pada hujan yang membawa petir, tak cukup dengan api yang membakar gubuk reyot mu? Atau kau masih ingin lebih daripada itu?. Itu bukan kata-kata indah melainkan umpatan orang yang kesal dengan tindakan ku.

Aku terjerembab dalam kegalauan, yang sejatinya dapat aku hadapi, namun aku takut terlebih dahulu sebelum tau yang pasti sebenarnya apa. Bila mimpi itu benar nyata setidaknya aku dapat bernafas lega karena dalam mimpi itu sungguh indah, dan aku bertemu banyak pria tampan di taman yang sangat mengundang kepuasan, dan apa yang aku takuti?.

Namun saat aku terbangun ketakutan itu hadir kembali hingga aku mengabaikan orang-orang yang berbicara mendukungmu, bahkan orang yang aku cintai. Betapa ketakutan ini merusak segalanya. Bagaimana ini bisa terus terulang dan aku masih belum siap menerima kenyataan yang tak sesuai dengan bayangan ku. Tidak! Aku tidak mau.

A.Najib
__________________________________________

Tanggapan :
Revana Dyah Gayatri
Enam Ungkapan Cinta Yang Biasa Saja.
*
Seperti kebanyakan manusia,
aku seorang manusia biasa. Aku
bukan doktor yang handal.
Bukan perumus obat-obatan
di apotek, dan tak memiliki
sentuhan dengan semua itu.
Tapi, ingin kujaga dan
rawat dirimu dengan kemampuanku.
Dalam keindahan hidup,
hanya matamu yang pasti
akan kuabadikan, lalu
akan kuukir biru di kelopakNya,
dan kupandangi terus-menerus
sampai mati.
**
Aku hanya ingin menjadi
manusia, menjadi diriku
yang mencintaimu. Tak
ada keinginan untuk mewarnai
kanvas hidupku mengenai
dirimu, tidak p**a
menuliskan seluruhnya
terkait dirimu, atau
mencoba menyebut
namamu tiap pagi atau sore,
atau apa saja yang membuat
semua menjadi luar biasa.
Ah, inilah keyakinanku, bahwa
mencintai dirimu hanya
kulakukan semampuku, tak
berlebihan, cukup dan bahagia.
***
Wahai, cintaku, mempesona
dan putra kencana.
Aku jadikan dirimu sebagai
pakaian sorgawi.
Dirimu yang mengalir di
urat dan darah dalam diriku.
Dirimu nyanyian lazuardi
berwarna perak. Ah.
Bagaimana mungkin
aku tak terkesima dengan
bau cintamu? Apakah
boleh kukatakan pada orang
di jalan, di pasar,
di sekolah, di rumah
ibadah untuk cinta
yang akan kuberikan padamu?
Apakah boleh, cintaku?
****
Bagaimana duhai putra
kencana? Aku
punya harapan akan
cinta yang begini-begini saja.
Cinta yang sedikit utopia.
Cinta yang dibumbui
ludah Roro Jonggrang.
Cinta yang dihiasi
warna hitam pucat.
Cinta klise
orang-orang jalanan.
Cinta perempuan pada lelaki.
Cinta yang kadang
payah, kadang juga sempurna.
Cinta
yang bebas dan penuh
penghayatan.
Cinta yang ala kadarnya.

Bagaimana putra kencana?
Di masa Rusia datang
ke Ukraina ini,
Apakah kau akan tetap
sama seperti pujaan
pagi buta?
Dari jaman ke jaman,
dari Siti Nurbaya ke
KKN di Desa Penari,
dari Tradisional sampai
ke modern, dari
Soekarno ke Jokowi, dari
Lembaga Bangsa-Bangsa
ke perang dunia ke 3, apakah
cinta ini masih
layak kukatakan padamu?
**
Aku berharap bisa menciptakan
ruang dan waktu
agar menjaga cinta ala kadarnya
untukmu.
Atau menjaga rusa tetap berlari
dari kejaran pemburu, atau
menjaga poros bumi selalu
sedikit lebih jauh dari Matahari.
Ah, cintaku,
andai bisa kulakukan segalaNya,
duhai putra kencana, aku
akan mencintaimu seperti biasanya.
Singapur, 22 Juli 2022

Ada lelah yang tak dapat diutarakan,  menjamur menjadi benalu di dalam kehidupan, masih menjadi puing yang berserakan ta...
28/06/2022

Ada lelah yang tak dapat diutarakan, menjamur menjadi benalu di dalam kehidupan, masih menjadi puing yang berserakan tak menyatu dengan sebuah impian. Harapan itu mencekik ku memaksa agar cepat diwujudkan, namun dengan realita saat ini kemungkinan tak mungkin terjadi, ia tak membiarkan ku bernafas bebas mencoba membunuh sebuah kepastian. Kebencian kepada hari yang sangat membuat ku ingin menyerah pada perjuangan.

Ada seekor lalat yang menyapaku dari tumpukan sampah yang menjijikan " hidup itu mudah, bukanya kau sudah mempelajari konsep penderitaan? kenapa dengan hal sepele ini kau mengeluh? dasar pengecut. Kau tak melihat aku yang tiap hari bergelut dalam kebusukan sisa yang kalian makan, tanpa keluh aku menyantap dengan rasa terimakasih kepada hari-hari".

Aku disindir dan menusuk, jantung ku bergeliat merasa benar yang dikatakan lalat. Untuk apa aku belajar konsep penderitaan jika aku masih menderita? bukanya hal itu cukup untuk membuat aku bersyukur atas hari ini? Namun realitanya keadaan ini sangat menyulitkan, mereka yang sok paling perduli selalu mengatakan " aku demi kalian mempertaruhkan segala waktu agar kalian bisa menjalankan kegiatan ini dengan lancar, apa kalian tidak bisa meluangkan waktu sedikit demi kelangsungan kegiatan ini, setidaknya sampai selesai".

Dia tak pernah berfikir beban kami jauh lebih berat dari apa yang ia katakan, ia menganggur dan ada banyak waktu hanya untuk menjalankan tugasnya, tapi kami selalu berusaha untuk meluapkan waktu hanya demi dia. Dan itu sangat menyusahkan, dan tidak ada hal yang perlu aku banggakan ketika kegiatan itu berjalan sempurna, karena satu-satunya harapan ku agar acara yang ingin ia selenggarakan tidak pernah terjadi.

Ya aku sangat egois sangat egois, aku seperti ini karena dia semena-mena, andai ia perduli dengan kami yang selalu berusaha, tapi nyatanya tak sedikit pun dihargai, kamu di sini hanya menjadi budak yang sering dianggapnya sebagai benalu yang tidak memperdulikan anggota.

Tidak ada rasa cinta diantara kami, hanya kebencian dan tudingan satu sama lain, di anggap seperti keluarga namun membunuh tanpa mematikan kami. Aku egois, Aku tak memikirkan kalian, satu-satunya yang aku pikirkan hanya diri ku sendiri yang mencari kemerdekaan di tengah belenggu harapan, siapa yang peduli bahkan jika aku pergi mungkin hanya ditahan dan diikat agar belenggu itu tetap merangkeng ku dengan penuh penderitaan.

Tidak berusaha melarikan diri hanya mengharapkan tidak ada penjajahan yang membatasi ruang gerak harapan, hingga dapat terwujud dengan mudah. Kalian yang sok idealis berusaha bijak dimata anggota padahal mulut mu jika dibandingkan dengan lalat itu jauh lebih busuk walau tak memakan sampah dari tong-tong bekas makanan para kaum durjana.

Hai para manusia yang berjuang atas kebenaran, ini aku yang terkurung dikerangkeng tak berkutik dengan bertemankan lalat yang memakan sampah. Aku diejek karena banyak mengeluh, hatiku kacau setelah mendengarnya. Ingin aku tidak mengeluh lagi hanya saja keadaan ku yang membuat ku terus mengucapkan kata-kata tak terpuji itu.

Lalat berkata " kau manusia hina yang kerjanya hanya mengeluh, aku yang biasa makan sampah dan berkembang biak darinya masih menjadi musuh kalian, padahal makanan yang aku santap adalah sisa makan yang tak habis kalian santap. Itupun kalian juga masih berusaha agar aku mati, jika aku menghitung teman ku yang mati tak selesai aku menghitung, aku pun mati, umurku pun tak jauh lebih lama dari proses busuknya makanan yang kalian buang, itu pun aku tak mengeluh"

Hidup ku memang tak jauh lebih berat dari hidup lalat namun aku merasakan hal yang tak ingin aku harap kan, dari daun yang berguguran aku berharap agar rantai ini terlepas agar aku dapat hidup bebas menggapai harapan.

Polgowok 28 Mei 2022

Ainun Najib

27/06/2022

Address

Cluring

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sastra Gerak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share