23/05/2025
Kontak senjata terulang di Intan Jaya Papua, warga sipil jadi korban
Konflik bersenjata di Distrik Sugapa pekan lalu menambah panjang daftar kekerasan di wilayah Intan Jaya, Papua Tengah, yang menyebabkan warga sipil sebagai korban.
Pengamat isu Papua menyebut ada dimensi lain yang tak bisa dipisahkan dari konflik di Papua, yakni "pengelolaan sumber daya alam."
Kontak senjata antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) meletus di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Rabu (14/05) pagi.
Versi TNI, yang diwakili Satuan Tugas (Satgas) Habema di lapangan, menyebut telah terjadi "operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata" di sejumlah titik di Sugapa: Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba.
"Berdasarkan laporan resmi dari lapangan, sebanyak 18 anggota OPM tewas dalam kontak senjata," terang Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, Kamis (15/05).
Pernyataan TNI dibantah TPNPB-OPM. Jumlah anggota TPNPB-OPM yang meninggal dunia adalah tiga orang akibat "bom ranjau militer Indonesia yang tidak diketahui pasukan TPNPB-OPM," menurut keterangan tertulis yang diterima BBC News Indonesia.
Keadaan di Intan Jaya makin pelik dengan adanya rencana eksplorasi Blok Wabu, yang digadang-gadang mempunyai potensi kandungan emas menyentuh 4,3 juta ore di atas area seluas lebih dari 40 ribu hektare.
Riset yang disusun koalisi sipil memberi petunjuk indikasi-indikasi berkaitan relasi militer, meningkatnya pengamanan, dan Blok Wabu.
Silakan membaca artikel lengkapnya: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c20x9z0ng49o