17/05/2026
.
LITERASI
Bukan cuma soal bisa membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan memahami dunia, mempertanyakan informasi, dan berpikir kritis terhadap kenyataan di sekitar kita.
Karena itu, literasi selalu punya hubungan dengan kekuasaan.
Dalam sejarah Indonesia, pernah ada masa ketika buku-buku tertentu dilarang, disita, bahkan dianggap berbahaya hanya karena memuat gagasan yang berbeda. Orang dibuat takut membaca, takut berdiskusi, dan takut bertanya. Hari ini, kita juga masih melihat bagaimana film tertentu sulit diputar terbuka karena dianggap sensitif atau mengganggu “ketertiban”.
Kenapa karya, buku, atau film bisa begitu ditakuti?
Karena literasi melahirkan kesadaran. Dan kesadaran membuat orang mulai berpikir.
Masyarakat yang literat tidak mudah dibohongi, dipecah, atau diarahkan begitu saja. Mereka belajar melihat lebih dari satu sudut pandang, memahami sejarah, dan mempertanyakan narasi yang diterima mentah-mentah.
Membaca bukan aktivitas netral. Menonton dan berdiskusi juga bukan hal sepele. Semua itu adalah bagian dari usaha memahami dunia dengan lebih jernih.
Maka menjaga literasi berarti menjaga kebebasan berpikir.
SELAMAT HARI BUKU NASIONAL!
* "Bumi Manusia" yang hancur akibat banjir di Bekasi adalah hibah dari Mbak Silvia "Evi" Galikano. Sebelahnya hasil berburu di lapak timbang bekas langganan. Dulu buku ini termasuk yang dilarang oleh pemerintah Orde Baru, kini setelah relatif bebas mungkin malah jarang yang minat membacanya.