Kuansing.Footage

Kuansing.Footage •INFORMASI-BERITA-TRADISI-BUDAYA-WISATA

•JANGAN LUPA 🌟 NYA SANAK

Kementerian Pertanian bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali membuka pendaftaran Beasiswa SDM Sawit Tahu...
04/06/2026

Kementerian Pertanian bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali membuka pendaftaran Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit melalui pendidikan vokasi dan akademik yang relevan dengan kebutuhan industri.

Beasiswa ini merupakan program pengembangan SDM di bidang perkebunan kelapa sawit yang diselenggarakan oleh BPDP bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Program ini memberikan kesempatan kepada peserta menempuh pendidikan pada jenjang vokasi maupun akademik dengan dukungan pembiayaan penuh.

Sasaran penerima Beasiswa SDM Sawit 2026 meliputi. Pekebun dan keluarga pekebun kelapa sawit. Pekerja dan keluarga pekerja pada usaha perkebunan kelapa sawit. Pengurus kelembagaan pekebun kelapa sawit. Pengurus asosiasi pekebun kelapa sawit. Aparatur Sipil Negara (ASN) Penyuluh.

Peserta yang lolos seleksi akan memperoleh sejumlah fasilitas, antara lain. Biaya pendidikan penuh. Uang saku dan uang buku. Sertifikat kompetensi. Transportasi pulang-pergi dari rumah ke kampus. Kesempatan magang di perkebunan dan industri kelapa sawit. Biaya wisuda

Program beasiswa ini dibuka untuk jenjang Pendidikan Vokasi yang meliputi D1, D2, D3, dan D4, serta Pendidikan Akademik jenjang S1 dengan program studi yang berkaitan dengan kelapa sawit.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman sdmperkebunan.bpdp.or.id. Calon peserta dapat mengakses informasi lengkap mengenai persyaratan dan tata cara pendaftaran melalui situs tersebut.

Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 berlangsung pada 3 hingga 20 Juni 2026. Selanjutnya, tes seleksi dijadwalkan berlangsung pada 21 Juli hingga 29 Agustus 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 7 September 2026.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kuansing, Andri Yama melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Rudi Ahmad Hariadi, melalui program ini, pemerintah berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap mendukung pengembangan industri kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Tahun ini pemerintah menyediakan kuota sebanyak 5 ribu untuk seluruh Indonesia.

" Kita minta lulusan SMK dan SLTA sederajat di Kuansing memanfaatkan program ini,"katanya, Kamis ( 4/6/26).

Sebab pada tahun lalu dari 50 kuota baru terpenuhi sebanyak 21 orang. Jadi masih banyak sisa kuota.

" Kita targetkan tahun ini anak-anak Kuansing yang dapat bea siswa ini mencapai 50 orang jika perlu lebih dari itu "katanya.

" Mereka dapat kuliah pada 43 perguruan tinggi yang telah ditetapkan,"katanya lebih lanjut.

Bagi yang masih ragu mengenai petunjuk teknis mengikuti program bea siswa ini, Rudi meminta lulusan SlTA sederajat yang berminat mendatangi Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Kuansing.

" Setelah sampai, masuk saja ke Bidang Pemasaran dan Pengolahan. Kita siap memberi bimbingan agar semakin faham dan mengurangi kendala teknis saat mengikuti program ini,"ujarnya

Selengkapnya di kolom komentar

(CAKAPLAH.COM) - Kabar membanggakan untuk Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Salah seorang putra terbaiknya di...
04/06/2026

(CAKAPLAH.COM) - Kabar membanggakan untuk Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Salah seorang putra terbaiknya dipercaya mengemban amanah di instansi Adhyaksa.

Dia adalah Priandi Firdaus Bahar, SH, MH. Ia resmi dipromosikan mengisi jabatan penting di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Tepatnya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri).

Terhitung 4 Juni 2026, Priandi Firdaus yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, dilantik dan dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) pada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

Promosi jabatan tersebut menjadi bentuk kepercayaan institusi Adhyaksa terhadap kemampuan, integritas, dan dedikasi Priandi dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

Priandi Firdaus Bahar lahir di Teluk Kuantan, 13 Februari 1988. Ia merupakan putra dari H. Firdaus Bahar (Tokoh Masyarakat Logas Tanah Darat) yang pernah menjabat Sekretaris DPRD (Sekwan) Kuansing.

Selain aktif meniti karier di Korps Adhyaksa, Priandi juga terus mengembangkan kapasitas akademiknya. Saat ini, ia tercatat sebagai kandidat Doktor pada Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Tentu upaya ini menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum.

Atas amanah jabatan yang baru diterimanya, Priandi mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kuantan Singingi agar dapat menjalankan tugas dengan baik serta memberikan kontribusi terbaik bagi institusi dan masyarakat.

Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kuantan Singingi atas amanah dan promosi jabatan ini. Semoga saya dapat menjalankan tugas dengan baik, penuh tanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan institusi,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Keberhasilan Priandi menempati posisi strategis di Kejati Kepulauan Riau diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Kuansing untuk terus berprestasi, mengembangkan diri, dan mengabdikan kemampuan terbaiknya bagi bangsa dan negara.

Dengan rekam jejak karier yang terus berkembang serta dukungan pendidikan yang kuat, Priandi Firdaus dinilai memiliki modal yang baik dalam mengemban tugas barunya sebagai Kasidik Kejati Kepulauan Riau.

"Terima kasih atas doa semua," ucap Priandi yang juga Keponakan Mantan Wakil Bupati Kuansing Zulkifli.

Selengkapnya di kolom komentar

(RIAUPOS.CO) -- Kementerian PU lewat rekanan terus menggesa pekerjaan pembangunan gedung Sekolah Rakyat Kabupaten Kuansi...
04/06/2026

(RIAUPOS.CO) -- Kementerian PU lewat rekanan terus menggesa pekerjaan pembangunan gedung Sekolah Rakyat Kabupaten Kuansing di kawasan Sport Center Kuansing.

Sampai Rabu (3/6/2026), fisik gedung Sekolah Rakyat Kuansing sudah mencapai 62 persen. Namun Kementerian PU menargetkan, Juli 2026 Sekolah Rakyat sidah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar.

Mulai jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA. "Sekarang fisik di lapangan sudah 62 persen. Dan kita menargetkan Juli di tahun ajaran baru 2026 sudah bisa difungsikan untuk proses belajar mengajar untuk semua jenjang pendidikan," kata Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Wilayah Riau di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Muhammad Yudi Prasetya ST menjawab Riaupos.co, Rabu (3/6/2026).

Maka saat ini, kata Yudi, mereka terus memacu pekerjaan di lapangan. Untuk mengejar target bisa dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar di Juli 2026, pekerjaan di lapangan difokuskan pada bangunan utama belajar mengajar.

Yakni bangun dan ruang belajar SD, SMP dan SMA. Gedung utama SD terdiri dari 18 ruang belajar. Saat ini sudah dalam proses pemasangan atap dan hampir rampung.

Sementara untuk bangunan SMP sedang persiapan pemasangan rangka atap. Untuk gedung utama SMA sudah tuntas pemasangan atap gedung dan masuk dalam tahap finishing.

Selain itu, bangunan rumah ibadah, asrama putra dan putri SD, SMP dan SMA serta dapur juga terus digesa. "Kami dan rekanan menargerkan, akhir Juni ini bangunan utama proses belajar mengajar sudah selesai finishing," ujar Yudi.

Gedung Sekolah Rakyat Kuansing, terdiri dari 20 unit bangunan. Mulai dari bangunan belajar mengajar jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, asrama murid SD, SMP, SMA putra dan putri, asrama guru, rumah ibadah, dapur, dan fasilitas lainnya.

Mereka berharap, gedung Sekolah Rakyat di Kuansing bisa bermanfaat nantinya untuk menunjang pendidikan di Kuansing terutama untuk anak kurang mampu.

Selengkapnya di kolom komentar

DETAKKita.com — Warga Desa Pelukahan, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dig...
03/06/2026

DETAKKita.com — Warga Desa Pelukahan, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, digemparkan dengan penemuan seorang pria bernama Maskur yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya, Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Korban diketahui bernama Maskur, lahir di Pelukahan pada 2 November 1991, berjenis kelamin laki-laki, beragama Islam, berprofesi sebagai wiraswasta dan berdomisili di Dusun II RT 003 RW 002 Desa Pelukahan, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang.

Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh rekan korban, Yurnalis, yang datang berkunjung ke rumah korban pada malam hari.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh pihak kepolisian, pada pagi harinya sekitar pukul 05.30 WIB usai salat Subuh, Yurnalis sempat berbincang dengan korban di depan rumahnya. Dalam percakapan itu, korban mencurahkan isi hatinya terkait kondisi hidup yang dijalaninya seorang diri.

“Korban sempat bercerita bahwa pada Hari Raya Idul Adha tidak ada keluarga yang datang mengunjunginya. Ia juga menyampaikan keinginannya untuk pergi ke Pulau Jawa menemui anaknya,” ungkap Yurnalis kepada petugas.

Diketahui, selama ini Maskur tinggal seorang diri di Desa Pelukahan, sementara istri dan anaknya berdomisili di Pulau Jawa.

Setelah perbincangan tersebut, keduanya melanjutkan aktivitas masing-masing. Namun, pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB, Yurnalis kembali mendatangi rumah korban.

Saat itu, korban tidak menjawab panggilan dari luar rumah. Karena merasa curiga, Yurnalis membuka pintu rumah dan sontak terkejut melihat Maskur sudah dalam kondisi tergantung di ruang tengah rumah menggunakan kain sarung yang disambung dan diikatkan pada lehernya.

Melihat kejadian tersebut, Yurnalis segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkannya kepada Kepala Desa Pelukahan, Saprulan.

Warga bersama perangkat desa kemudian menurunkan tubuh korban sebelum pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian.

Mendapat laporan dari pemerintah desa, jajaran Polsek Kuantan Hilir langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kanit Reskrim Polsek Kuantan Hilir Iptu Debi Setyawan, SH, MH bersama personel piket melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Koto Rajo untuk melakukan pemeriksaan medis luar terhadap jenazah korban.

Dari hasil visum luar yang dilakukan tenaga medis, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri.

Pemeriksaan medis juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

Kapolres Kuantan Singingi (Kuansing) AKBP Hidayat Perdana, S*K, SH, MH, melalui Kapolsek Kuantan Hilir Iptu Edi Winoto, SH, MH, saat dikonfirmasi DETAKKita.com di Mapolsek Kuantan Hilir, Rabu malam (3/6/2026), membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Begitu menerima laporan dari perangkat desa dan masyarakat, personel kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal serta visum luar yang dilakukan tenaga medis, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri,” ujar Iptu Edi Winoto.

Kapolsek menjelaskan bahwa seluruh prosedur penanganan telah dilakukan sesuai standar kepolisian guna memastikan penyebab kematian korban.

“Hasil visum luar menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun demikian, seluruh prosedur penanganan tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku untuk memastikan penyebab kematian korban,” tegasnya.

Selengkapnya di kolom komentar

(RIAUPOS.CO)- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Selasa (2/6/2026) turun melakukan olah ...
03/06/2026

(RIAUPOS.CO)- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Selasa (2/6/2026) turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan mayat seorang laki-laki yang meninggal dunia di pinggir Jalan Lintas Lubuk Jambi–Pucuk Rantau. Tepatnya di daerah Sungai Jernih, Desa Muara Petai, Kecamatan Pucuk Rantau.

Olah TKP dilakukan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Kuansing yang dipimpin Kanit Gakkum IPDA Yocky Sumbari bersama personel setelah menerima informasi adanya penemuan mayat di lokasi tersebut.

Korban diketahui bernama Suenda Manto Laia (24), warga Desa Lubuk Ramo, Kecamatan Kuantan Mudik. Dari hasil olah TKP dan keterangan yang diperoleh di lapangan, korban diduga meninggal dunia memang akibat kecelakaan lalu lintas tunggal saat mengendarai sepeda motor Suzuki FU tanpa nomor polisi.

Kalau hasil olah TKP kami dari unit laka dan keterangan dari saksi sampai saat ini diduga adalah korban laka lantas tunggal akibat lepas kontrol (out control)," ungkap Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH S*K MH melalui Kasat Lantas Polres Kuansing, AKP Siswoyo SH pada Riaupos.co, Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan olah TKP, korban mengendarai sepeda motor dari arah Pucuk Rantau menuju Lubuk Jambi. Saat melintasi tikungan ke kiri, kendaraan diduga melebar ke kanan jalan hingga kehilangan kendali dan terjatuh ke bahu jalan sebelah kanan arah Lubuk Jambi.

Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di lokasi, sementara sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan. Di lokasi petugas tidak menemukan pecahan kendaraan lain selain bagian dari sepeda motor korban yang menandakan tidak adanya benturan dengan kendaraan lain. Selain itu, ditemukan goresan di pinggir jalan yang diduga berasal dari kendaraan korban saat terjatuh.

Posisi korban dan kendaraan yang berada di bahu jalan sebelah kanan juga menguatkan dugaan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal. Polisi juga belum menemukan saksi yang mengetahui secara langsung terjadinya kecelakaan maupun adanya indikasi tabrakan dengan kendaraan lain.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, ruas jalan tersebut kerap dijadikan lokasi balap liar oleh sejumlah anak muda. Dugaan sementara, korban melaju dengan kecepatan tinggi sehingga saat memasuki tikungan ke kiri, kendaraan bergerak lurus dan akhirnya terjatuh.

Petugas juga meminta keterangan saksi-saksi, serta mendatangi rumah duka untuk meminta keterangan dari pihak keluarga korban.

"Sejauh ini hasil olah TKP mengarah pada dugaan kecelakaan lalu lintas tunggal. Namun demikian, seluruh temuan dan keterangan saksi tetap kami dalami untuk memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh," ujarnya.

Petugas juga meminta keterangan saksi-saksi, serta mendatangi rumah duka untuk meminta keterangan dari pihak keluarga korban.

"Sejauh ini hasil olah TKP mengarah pada dugaan kecelakaan lalu lintas tunggal. Namun demikian, seluruh temuan dan keterangan saksi tetap kami dalami untuk memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh," ujarnya.

Selengkapnya di kolom komentar

Beritariau.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 dipastikan siap digelar di Kabupaten ...
03/06/2026

Beritariau.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 dipastikan siap digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Sebanyak 816 peserta dari 12 kabupaten/kota resmi ditetapkan mengikuti ajang syiar Islam tahunan tersebut.

Penetapan peserta dilakukan dalam rapat di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Selasa (2/6/2026), yang dipimpin langsung oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Riau, Zulkifli Syukur.

Zulkifli mengatakan, seluruh peserta telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan sah mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026.

“Dari hasil verifikasi, jumlah peserta yang diterima dan sah mengikuti MTQ mencapai 816 orang dari 12 kabupaten/kota di Riau. Terdiri dari 808 peserta inti dan delapan peserta cadangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai persiapan pelaksanaan MTQ terus dimatangkan oleh panitia dan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi selaku tuan rumah. Bahkan, logo resmi MTQ Riau 2026 juga telah diluncurkan.

“Hari ini ada dua agenda utama, yakni penetapan peserta sekaligus technical meeting pelaksanaan MTQ,” jelas Zulkifli.

Menurutnya, rangkaian pembukaan MTQ nantinya akan diawali dengan pawai ta’aruf yang dijadwalkan berlangsung pada pagi hari.

Zulkifli juga menyebutkan, jumlah peserta inti terbanyak berasal dari Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Indragiri Hulu, masing-masing sebanyak 72 orang.

Pada MTQ Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026, akan dipertandingkan 11 cabang lomba, yakni Seni Baca Alquran, Qira’at Alquran, Hafalan Alquran, Tafsir Alquran, Fahm Alquran, Syarh Alquran, Seni Kaligrafi Alquran, Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ), Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH), Musabaqah Hadis Nabi, serta Barzanji.

Seluruh kabupaten/kota yang hadir menyatakan menerima hasil penetapan peserta dan menyepakatinya melalui penandatanganan berita acara sebagai bentuk persetujuan bersama.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau atas dukungan dan komitmen dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026.

Selengkapnya di kolom komentar

RIAUHITS.COM - Buaya sungai kuantan kembali mengganas. Buktinya, salah seorang warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Ku...
02/06/2026

RIAUHITS.COM - Buaya sungai kuantan kembali mengganas. Buktinya, salah seorang warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan bernama Sensus alias Cencuik (65) digigit buaya di tepian jalur Palimo Olang Putie, Selasa (2/6/2026) sore.

Menurut Sensus yang sebelumnya pernah menjadi timbo ruang jalur Palimo Olang Putie ini kepada riauhits.com di Klinik Azam Medika Desa Lubuk Ambacang Selasa (2/6/2026) malam mengebutkan bahwa, kejadianya begitu cepat, sehingga ia tidak mengetahui kedatangan buaya tersebut.

"Kejadianya begitu cepat. Saya selesai mandi sekitar pukul 18:40 WIB. Karena sudah selesai mandi, saya berniat mengambil wudhu dan berjalan beberapa langkah, hingga kedalaman sepinggag orang dewasa. Nah, saat itulah buaya mennggigit betis sebelah kiri. Saya berusaha melepaskan gigitanya dengan cara menarik kaki sambil menuju pinggir sungai," kata Sensus.

Sensus menambahkan, sebelum buaya tersebut melepaskan gigitanya, ia sempat melihat buaya tersebut berwarna hitam dengan panjang lebih dari 2 meter.

Sesampai di pinggir sungai, Sensus melihat kaki kirinya robek disertai dengan linangan darah yang terus mengalir. Lalu Sensus memanggil seorang warga bernama Yukuni yang kebetulan sedang bekerja di kandang sapi yang tidak jauh dari tempat kejadian.

"Karena banyaknya darah, saya mencoba mengikat luka dengan handuk mandi. Setelah itu saya dibantu oleh Yukuni untuk sampai kerumah dan dibawa oleh keluarga ke klinik," terang Sensus.

Kepala Klinik Azam Medika Desa Lubuk Ambacang, dr Cindy Claudia menyebutkan bahwa luka gigitan dari buaya tersebut cukup besar. Sehingga tim perawat melakukan tindakan dengan menjahit luka terhadap pasien.

"Sudah kami lakukan tindakan. Luka pasien sudah dijahit dengan 19 jahitan. Pasien bisa pulang dengan rawat jalan," kata Cindy Claudia.

Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana SH S*K MH melalui Kapolsek Hulu Kuantan, AKP Pardomuan Aris Suranta SH MH mengimbau kepada masyarakat Hulu Kuantan untuk tetap barhati-hati dan tetap waspada.

"Bagi masyarakat yang masih menjalani aktivitas mandi di sungai kuantan untuk tetap waspada," kata Aris.

Saat perawatan di Klinik, selain pihak keluarga dan masyarakat Desa Sungai alah, nampak beberapa anggota Polsek Hulu Kuantab dan mantan Pj Kades Sungai Alah, Hasben.

Selengkapnya di kolom komentar

(CAKAPLAH.COM) - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby memimpin gelar pasukan kesiapsiagaan terhadap kebaka...
02/06/2026

(CAKAPLAH.COM) - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby memimpin gelar pasukan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar di Jalan Lurus Kantor Bupati Kuansing, Senin kemarin

Dalam kesempatan itu, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menyampaikan, apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh personel dan sarana pendukung siap menghadapi potensi Karhutla, terutama memasuki musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

"Apel ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui deteksi dini, patroli terpadu, dan edukasi kepada masyarakat," ujar AKBP Hidayat Perdana.

Kapolres menegaskan, Polres Kuansing bersama jajaran Polsek akan terus mengoptimalkan patroli di wilayah rawan Karhutla serta memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kesadaran dan peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya Karhutla yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi lingkungan, kesehatan, maupun perekonomian," tambahnya.

Kapolres AKBP Hidayat Perdana juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

Pada apel tersebut juga dilakukan pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung penanggulangan Karhutla guna memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat semakin meningkat sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi dapat dicegah dan ditangani secara cepat, tepat, dan terpadu," pungkas Kapolres.

Selengkapnya di kolom komentar

Pekanbarupos.co - Kabar duka datang dari jamaah haji Kabupaten Kuantan Singingi yang tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi ...
02/06/2026

Pekanbarupos.co - Kabar duka datang dari jamaah haji Kabupaten Kuantan Singingi yang tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Batam di tanah suci.

Seorang jamaah haji asal Desa Seberang Pantai Kecamatan Kuantan Mudik meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah Almukarramah, Senin (1/6/2026) sekira pukul 23.45 WAS.

Jamaah haji yang meninggal dunia tersebut bernama Ratinis Abdul Gani (79) yang tergabung dalam Kloter BTH-08.

Kabar duka itu disampaikan Kepala Kementerian Haji dan Umrah H Armadis dalam media sosial Facebook Haji dan Umrah Kementerian Agama Kuansing, Selasa (2/6/2026).

“Setelah selesai menunaikan rukun dan wajib haji, jamaah haji asal Seberang Pantai Kecamatan Kuantan Mudik meninggal dunia di Makkah. Semoga almarhumah haji mabrur, syurga tempatnya. Amiin Ya Rabbal’alamiin,” kata H Armadis.

Menurut Armadis ketika dihubungi Pekanbarupos.co, almarhumah Ratinis berangkat menunaikan ibadah haji bersama anak perempuannya Helfi Mastuti.

Informasinya, lanjutnya, kondisi kesehatan Ratinis menurun sejak usai melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

“Informasi dari keluarga, almarhumah ada gejala jantung. Sewaktu disana (Mekkah,red) juga ditemukan gula agak tinggi,” katanya.

Meksi begitu katanya, pihaknya saat ini belum bisa tersambung dengan anak Ibu Ratinis yang juga tengah berada di Makkah dengan kloter yang sama.

“Informasinya jamaah haji Ratinis akan dimakamkan di Makkah,” katanya.

Sementara Petugas Haji Daerah (PHD) Bidang Kesehatan R Natalia Dedetuwitri dari tanah suci Makkah membenarkan jika jemaah haji Kuansing asal Kuantan Mudik Ratinis Abd Ghani telah wafat di RS King Abdul Aziz, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 23.45 WAS.

Selama di Makkah, kata Wiwit, kondisi Ratinis memang kurang sehat. Dia juga memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan sesak nafas.

Sebelum meninggal, Ratinis sempat dirawat di RS Jabal Rahmah selama tiga hari, karena kondisi kesadarannya menurun usai Wukuf. Lalu kembali dirawat di RS King Abdul Aziz Makkah selama lima hari.

“Dan akhirnya malam tadi Bu Ratinis meningal dunia,” ujarnya.

Selengkapnya di kolom komentar

(RIAUPOS.CO) - Dana sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Kuansing hingga kini belum dibayarkan. Te...
02/06/2026

(RIAUPOS.CO) - Dana sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Kuansing hingga kini belum dibayarkan. Terhitung sejak Maret, April dan Mei 2026. Mereka pun bertanya-tanya kapankah dana tambahan tunjangan penghasilan mereka itu turun.

Menyikapi ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Kuansing, H Suhelmon MA yang dikonfirmasi, membenarkan kondisi itu.

"Benar. Sampai sekarang dana sertifikasi guru PAI Kuansing belum turun. Terhitung Maret hingga Mei ini," ujar H Suhelmon pada Riaupos.co

Dijelaskan Suhelmon, Kementerian Agama baru menyalurkan dua bulan dana sertifikasi guru PAI Kuansing, yakni bulan Januari dan Februari 2026. Sedangkan untuk bulan Maret sampai Mei 2026, anggaran biaya tambahan untuk dana sertifikasi guru PAI belum turun dari pusat.

Pihak Kementerian Agama Kabupaten Kuansing, sudah menyampaikan data guru PAI di Kabupaten Kuansing yang sudah sertifikasi. Ada sekitar 600 orang guru PAI mulai jenjang pendidikan SD, SMP, SMA sederajat.

Dana ini, disalurkan dari Kementerian Agama di kirim ke Kanwil Kementerian Agama. Lalu diteruskan ke Kementerian Agama Kabupaten/kota di Riau.

"Kondisi ini sama. Tidak saja Kabupaten Kuansing, di daerah lain di Riau juga seperti itu. Dananya belum turun dari pemerintah pusat," ujar Suhelmon.

Kemenag Kabupaten Kuansing berkomitmen akan meneruskan dana itu langsung ke rekening masing-masing guru penerima bila dananya sudah turun. Dimana dana ini adalah penunjang kinerja para guru PAI yang mengajar di Kuansing.

"Kami berkomitmen, begitu anggaran turun, administrasi lengkap, akan kita salurkan langsung. Dan tidak akan menunda-nunda. Jadi kawan-kawan guru harap bersabar," tambah Suhelmon.
Ditanya kapan akan turun anggaran sertifikasi guru PAI Kuansing itu, Suhelmon belum bisa memprediksinya. Sebab, Kemenang Kuansing juga masih menunggu informasi yang sama

Selengkapnya di kolom komentar

Address

Pekanbaru

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kuansing.Footage posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kuansing.Footage:

Share