24/11/2024
Diberi kesempatan oleh kang Didi Canon Bandung menjajal kamera mirrorless Canon EOS R6 bersensor full frame yang beresolusi 20MP, sensor yang sama dengan kamera DSLR flagship Canon 1DX Mark III yang terkenal 'jago ngebut' karena bisa memotret kontinyu sangat cepat.
Pengalaman Liputan di NTT untuk pemotretan kandidat Astra SATU Indonesia Award 2024 menggunakan kamera R6 dengan lensa 24-105 terasa lebih ringan dengan bobot kurang lebih 1500 gram body dan lensa. Tentu saja sangat menyenangkan dengan bobot yang cukup ringan tersebut, dimana sehari2 saya biasa pakai kamera DSLR Canon Eod 1DX mark I dengan lensa sapujagat 28-300 dengan berat body dan lensa 3.250 gram. Wow hilang beban hidup ini setengahnya hehe. Untuk liputan yg cukup lama berjam2 dilapangan nenteng kamera dgn beban yg ringan sangat membantu memang.
Dari fisiknya, tampak kalau kamera berbobot 680 gram ini dirancang menyerupai kamera DSLR, tentu agar pengguna DSLR Canon tidak perlu adaptasi banyak saat memakai R6 ini. Dengan grip yang enak digenggam, ergonomi yang pas di tangan, layar LCD-articulated, plus ada joystick, jelas kalau kamera ini akan enak dipakai untuk memotret atau merekam video. Menurut saya R6 masih sangat oke untuk diajak main di ISO 12800-25600 hasil fotonya masih sangat bersih tidak noise. Alhasil, dengan resolusi 20MP, hasil foto di ISO tinggi menjadi sangat minim noise.
Saat saya coba memotret, hal pertama yang saya rasakan adalah betapa empuknya suara shutter R6 ini.
Dengan memotret kontinu 12fps, suaranya bahkan masih terdengar lembut, bila mau lebih cepat lagi bahkan bisa pakai shutter elektronik yang mencapai 20fps. Sebagai kesimpulan, Canon EOS R6 ini terasa seperti mini DSLR 1Dx mark III, menyamai kinerja dan hasil fotonya, cocok untuk jurnalis yg membutuhkan kamera ringan dengan performa yg lumayan ciamik. Nuhun pisan kang Didi Canon Bandung dan Canon Indonesia atas kepercayaannya meminjamkan kamera ini utk liputan selama 2 minggu di NTT.