07/02/2018
-
First meeting:
"...mas, saya pesen foto wedding hitam putih ya. Bisa kan? Saya s**a banget foto hitam putih. :) "
Third meeting:
"...mbak, jika ada foto yang tetap kami bikin berwarna, pilih gaya warna yang mana?"
"...yang ini bagus mas. Jangan yang itu dan itu. Saya tidak s**a."
-
Pasangan calon pengantin sangat yakin dengan angan-angan dan seleranya.
Memang dapat dikonfirmasi bahwa selera klien adalah monokrom BW yang juga terbukti pada wujud wedding invitationnya tercetak monokrom BW. Lebih lanjut pada proses produksi dan pasca produksi, kami sediakan dan kami tawarkan 3 macam gaya (tonal dan color grading) pilihan final di mana 2 pilihan yang lainnya sebagai alternatif untuk diproses pada finishing.
Ketersediaan 2 gaya coloration yang lainya tersebut sebagai tindakan antisipative dari kami akan adanya berbagai komentar yang simpang siur tanpa dasar dari pihak di luar individu pasangan pengantin-karena memang tidak mungkin tahu dasarnya apa kecuali kami beri tahukan-yang seperti beberapa kali pengalaman bahwa komentar-komentar maupun tanggapan eksternal tersebut ada kemungkinan dapat menggoyahkan kayakinan pasangan pengantin terhadap foto wedding monokrom BW. Dan bukankah akan lebih runyam jika ternyata perubahan keyakinan tersebut terjadi setelah paket foto sudah finish dan tercetak. Oleh karena itu, Intisipative done. Klien tinggal mengkonfirmasi pilihannya dari hasil retouch sebelum hasil foto dicetak.
Selanjutnya tinggal dilirik dari kaca spion, dari mana saja kesimpang siuran tadi berseliweran. Kernyitkan dahi, tarik p**i ke belakang sedikit seperti fotomodel yang tersenyum sambil membayangkan mulut kuda.
Ahh..request foto BW plus banyak frame bergaya street photography membuat kita benar-benar lupa bagaimana caranya mensetting lampu untuk membuat pas foto ktp di mana kami memang tidak punya pengalaman di sana.
Okelah, saatnya ngopi hangat.
___________________________________
File foto sample masih 50% retouched