Iso bali

Iso bali Konten seputaran Bali, hobi orang bali, info tempat wisata, info makanan, semua kegiatan orang bali

21/05/2021

Balik arah menyerang

kerja itu bisa dari kamar saja.. bagaimana pun hasilnya, jangan pernah menyerah dan jangan lupa bersyukur..
04/05/2021

kerja itu bisa dari kamar saja.. bagaimana pun hasilnya, jangan pernah menyerah dan jangan lupa bersyukur..

29/10/2020

Lebih baik menjalani hal yang bermanfaat seperti ini dari pada berbicara ngawur yang membuat banyak orang menjadi jengkel..

Tolong di share semeton.. biar yang punya bisa ambil..
28/10/2020

Tolong di share semeton.. biar yang punya bisa ambil..

25/10/2020

Detik-detik robohnya bade pada saat ngaben di gianyar..

BEREDAR BROSUR TOLAK OMNIBUS LAW AJAKAN MENJARAH DAN RUSUH DI BALIâ €Brosur menolak Omnibus Law ditemukan tertempel pada t...
21/10/2020

BEREDAR BROSUR TOLAK OMNIBUS LAW AJAKAN MENJARAH DAN RUSUH DI BALI
â €
Brosur menolak Omnibus Law ditemukan tertempel pada tiang listrik di depan Kantor Demokrat, Jalan Ir Juanda, Renon, Kota Denpasar, Bali, Rabu (21/10). Brosur itu isinya provokatif.
â €
"Aksi Nasional, bergerak bersama Batalkan Omnibus Law, BEM bersama rakyat Bali bergerak. Mari kita kumpul untuk melakukan aksi unjuk rasa terhadap pemerintah. Serang, hancurkan, jarah dan bakar, ," demikian isi brosur tersebut.
â €
Menanggapi hal ini, Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta mengaku telah mendapatkan informasi hal tersebut. Dia akan mengecek orang yang menempel brosur tersebut. "Mudah-mudahan ada di CCTV di sebelah agar kita ketahui siapa yang memasang itu. Kita kan harus jaga kondusivitas ya, " kata dia saat dihubungi.
â €
Dia belum mengetahui secara jelas isi brosur tersebut. Namun, dia akan meminta petugas partai untuk mencabut atau merobek brosur tersebut. Sekitar pukul 14.30 WITA, brosur tersebut telah dicabut.
â €
"Saya baru terima informasi. Saya sudah minta untuk dicabut dan sobek jangan sampai ada orang baca. Orang tidak paham tiba -tiba aksi kan repot kita," kata Mudarta.
â €
Demokrat juga belum berencana melaporkan kasus ini ke pihak polisi. Dia masih mengecek lokasi penempelan brosur tersebut.
â €
Sementara itu, Jubir aksi Bali Tidak Diam Abror Torik Tanjilla membantah para peserta aksi Bali Tidak Diam telah menempel brosur tersebut. Pihaknya akan segera membuat pernyataan terkait hal tersebut. "Bukan dari aliansi kami. Ini dibuat sama oknum yang mengatasnamakan Bali Tidak Diam. Kami akan berikan klarifikasi," kata dia.
â €
Selengkapnya https://kumparan.com/kumparannews/beredar-brosur-tolak-omnibus-law-ajakan-menjarah-dan-rusuh-di-bali-1uQy03ktiPE

Apakah bener seperti ini? Sing ngidang ngomong ape be ne
20/10/2020

Apakah bener seperti ini?
Sing ngidang ngomong ape be ne

Kapan penerbangan internasional ke bali di buka ya??Sudah ga sabar jalani rutinitas seperti dulu di tempat kerja.. denge...
20/10/2020

Kapan penerbangan internasional ke bali di buka ya??
Sudah ga sabar jalani rutinitas seperti dulu di tempat kerja.. denger2 jakarta sudah buka ya?? Bali kapan??

Semua akan baik-baik saja.. Bali masih aman dan akan selalu menjadi tempat terbaik untuk di kunjungi..
17/10/2020

Semua akan baik-baik saja.. Bali masih aman dan akan selalu menjadi tempat terbaik untuk di kunjungi..

"BUKAN KAMI TAK PERCAYA CORONA"Baca baik2 ...Kami yang awam ini bukan tak percaya adanya virus corona, jangankan virus y...
16/10/2020

"BUKAN KAMI TAK PERCAYA CORONA"

Baca baik2 ...
Kami yang awam ini bukan tak percaya adanya virus corona, jangankan virus yang masih se-alam, sama-sama alam fisika, malaikat dengan jin yang beda alam pun kami percaya, padahal alam mereka metafisika.
Sehalus-halusnya virus masih ada mikroskop untuk meneliti, tapi jin dan malaikat belum ada alat untuk deteksi selain kemenyan dengan jampi-jampi.

Bukan p**a kami curiga kepada paramedis yang mati-matian sampai dengan mati benaran berjibaku menyelamatkan pasien corona, karena kami sangat yakin tak ada KONTRAKTOR yang sukarela terima proyek membersihkan gigi buaya, kecuali buaya darat.

Kami hanya tak percaya dengan kebijakan pemimpin negeri ini dalam menghadapi pandemi.

WHO telah umumkan antivirusnya belum ada, seharusnya antibodi menjadi tumpuan. Tapi pemerintah secara sistematis menggerus imunitas tubuh dengan pemberitaan korban corona terus menerus.
Seharusnya ruang ibadah, ruang belajar, ruang kerja, dan ruang sosial menjadi tempat mengecas imun, tapi semua ditutup agar kita fokus menahan serangan virus tanpa tameng tanpa senjata.

Refocusing anggaran di mana-mana, pegawai yang seharusnya kerja, sekarang hanya melamun saja. Proyek yang menyerap tenaga kerja terhenti dan ekonomi pun merana.
Mana lagi ,Refocusing anggaran begitu rentan dikorupsi dan bgtu sulit di akses jumlahnya.
Rakyat disubsidi dengan dana desa, warga menumpuk menanti jatahnya.

Kenapa tidak dibuka lahan tani, kebun dan ternak seluas-luasnya, agar masyarakat bisa beraktivitas dan melupakan corona.
Pastikan hasil usaha mereka diserap pasar, atau dibeli oleh pemerintah dengan anggaran corona walaupun untuk "dibuang" semua.

Kawan-kawan paramedis, kuatlah... kami tidak melawan Anda, kami hanya melawan kebijakan yang salah kaprah, yang setiap hari terus berubah, bukan hanya kebijakan, bahkan termasuk istilah.
Kami pun bingung dengan peraturan-peraturan yang cenderung menyingkirkan akal sehat.
Dimana disatu sisi, diwajibkan pemakaiannya dari jenis apapun tidak dipermasalahkan, yang penting pakai, disangsi jika tidak digunakan, tapi disisi lain, ada klasifikasikasi yang boleh dan jangan dipakai.

Mana lagi penutupan pasar yang tidak menyediakan solusi untuk para pedagang yang notabe kehidupannya bergantung pada kegiatan jual beli.

Serta biaya rapid test ,SWAB yang juga memberatkan masyarakat kita. Aturan prosedural dirumah sakit yang mewajibkan tes sana sini sebelum dilayani ,bahkan kepada pasien yang gawat darurat.
Belum lagi peraturan dimana sedang sendiri pun, diwajibkan tetap dipakai.

Sementara dari teori yang ada, dia menyebar lewat droplet. Tidak terbang di udara sepertinya halnya virus penyakit lain.
Rakyat yang menghadiri upacara pemakaman dibubarkan dengan alasan berkerumun, padahal sudah memakai protokol, sementara disidang razia masker mereka berkerumun kok tidak dibubarkan juga?

Dan..
Mohon dijelaskan, pasien positif corona yang sudah sembuh, sembuh karena obat ataukah sembuh dengan sendirinya...?
Kalau sembuh dengan obat, apa nama obatnya...?
Kalau sembuh dengan sendirinya, untuk apa buang-buang waktu, tenaga, biaya bahkan nyawa...?
Kalau yang meninggal disebabkan karena penyakit penyerta, kenapa sibuk mengurus orang yang tanpa gejala...?
Kalau yang meninggal karena salah diagnosa, bagaimana merevisi datanya...?
Kenapa tidak disampaikan juga...?
Wahai akal sehat p**anglah kembali ke Indonesia, bila tidak pergilah selamanya...Karena saudara kami yang mengalami gangguan jiwa, sampai hari ini baik-baik saja.

Copas.
Sumber
anak desa.
sedikit untuk melengkapi

Address

Jalan Raya Guwang, Sukawati
Gianyar
80585

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Iso bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Iso bali:

Share