Beritalingkungan.com

Beritalingkungan.com Situs berita lingkungan hidup www.beritalingkungan.com BeritaLingkungan.com adalah portal berita untuk pemerhati lingkungan di Indonesia.

Kami menyajikan informasi seputar lingkungan hidup dan perubahan iklim. Kami mengelompokkan berita menjadi beberapa rubrik, yaitu: perubahan iklim, bencana, hutan, jelajah, tambang, laut, energi, satwa, gaya hidup, CSR, dan green tekno. Juga dilengkapi konten multimedia berupa Foto (GreenPic) dan Video (GreenVideo), serta tips-tips Ramah Lingkungan (GreenTips). Kami menyajikan berita-berita pilih

an, yang dilengkapi dengan konteks, data & sumber yang jelas dan berimbang, selanjutnya dikemas secara ringan dan mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat. Kami berusaha menjaga agar setiap berita yang kami turunkan tidak menimbulkan prasangka dan menyudutkan satu pihak tertentu.

Assalamu Alaikum Wr Wb, rekan izin share rilis dari Greenpress ya, semoga berkenan dipublis di media masing-masing. Teri...
28/04/2026

Assalamu Alaikum Wr Wb, rekan izin share rilis dari Greenpress ya, semoga berkenan dipublis di media masing-masing. Terimakasih. RILIS RESMI GREENPRESS INDONESIA

Tak Cukup Urus Sampah, Greenpress Desak Menteri LH Baru Benahi Krisis Lingkungan Menyeluruh

JAKARTA, 28 April 2026 – Greenpress Indonesia menyampaikan apresiasi atas pelantikan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pergantian ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat arah kebijakan lingkungan Indonesia di tengah tekanan krisis ekologis yang kian kompleks. Greenpress menegaskan bahwa krisis lingkungan hidup saat ini tidak hanya berdampak pada kualitas ekosistem, tetapi juga telah memicu meningkatnya bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Data kebencanaan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian bencana seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta kekeringan terus meningkat—yang sebagian besar berkaitan erat dengan degradasi lingkungan dan perubahan iklim. Kondisi ini memperlihatkan bahwa krisis lingkungan telah bertransformasi menjadi krisis kemanusiaan yang nyata.

Sekretaris Jenderal Greenpress Indonesia, Marwan Aziz, menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak bisa lagi ditangani secara parsial.

“Kami berharap Menteri Lingkungan Hidup yang baru tidak hanya fokus pada isu persampahan seperti selama ini menjadi perhatian utama. Bahkan kami mendapat informasi, sebagian besar tim di KLH lebih banyak diarahkan untuk menangani sampah. Dengan latar belakang beliau sebagai aktivis, kami berharap Jumhur Hidayat mampu melihat persoalan lingkungan secara utuh dan menyeluruh,” ujar Marwan di Jakarta (28/4/2026).

Menurutnya, isu lingkungan hidup di Indonesia mencakup spektrum luas yang saling terkait, mulai dari krisis iklim, kerusakan hutan, pencemaran udara, degradasi ekosistem laut, hingga persoalan tambang dan hilangnya keanekaragaman hayati.
“Lingkungan bukan hanya soal sampah. Ini tentang masa depan ekosistem kita—hutan, laut, udara, dan kehidupan manusia di dalamnya. Kebijakan ke depan harus terintegrasi dan tidak sektoral. Apalagi saat ini Indonesia, termasuk Jakarta, tengah menghadapi dampak krisis iklim yang semakin nyata, seperti suhu panas ekstrem hingga peningkatan risiko bencana hidrometeorologi,” tambahnya.

Greenpress Indonesia memandang bahwa hadirnya kepemimpinan baru di Kementerian Lingkungan Hidup harus menjadi titik balik dalam memperkuat tata kelola lingkungan yang berkeadilan, transparan, dan berkelanjutan.

“Dengan tantangan global seperti perubahan iklim dan tekanan pembangunan nasional, kepemimpinan baru ini dituntut menghadirkan kebijakan yang tidak hanya responsif, tetapi juga transformatif—mampu menekan risiko bencana sekaligus memulihkan kualitas lingkungan hidup secara menyeluruh,” tutup Marwan.

Tentang Greenpress Indonesia
Greenpress Indonesia merupakan jaringan media dan advokasi lingkungan yang berdiri sejak 3 Oktober 2004 yang berfokus pada isu keberlanjutan, keadilan ekologis, dan keterlibatan publik dalam menjaga masa depan bumi Indonesia.

Ketgam : Marwan Aziz, Sekjen Greenpress Indonesia.

27/04/2026

🌿 ANGIN BARU UNTUK LINGKUNGAN?

Pergantian Menteri Lingkungan Hidup dalam reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto jadi sorotan penting bagi masa depan kebijakan lingkungan di Indonesia.

Hanif Faisol Nurofiq yang sebelumnya memimpin Kementerian Lingkungan Hidup kini bergeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Tongkat estafet kini dipegang oleh Jumhur Hidayat — sosok yang dikenal lama dalam gerakan buruh, dan kini dipercaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Pertanyaannya:
Apakah pendekatan baru ini akan membawa kebijakan lingkungan yang lebih berpihak pada rakyat, atau justru menghadirkan tantangan baru dalam menjaga keberlanjutan?

Isu besar sudah menanti:
🔥 krisis iklim
🌳 deforestasi
🏭 pencemaran industri
🌊 kerentanan wilayah pesisir.

Greenpress melihat ini sebagai momen krusial: lingkungan tak lagi sekadar isu teknis, tapi juga isu keadilan sosial.

Menurut kamu:
Apakah pergantian ini akan membawa perubahan nyata untuk lingkungan hidup Indonesia?

👇 Suarakan pendapatmu di kolom komentar!

IndonesiaHijau beritalingkungan

Ketika armada ke Bantargebang macet sejak 9Maret 2026, sampah di Pasar Induk Kramat Jati langsung menggunung setinggi 6 ...
08/04/2026

Ketika armada ke Bantargebang macet sejak 9
Maret 2026, sampah di Pasar Induk Kramat Jati langsung menggunung setinggi 6 meter tanpa adanya solusi.
Krisis sampah di Indonesia adalah krisis sistemik, bukan sekadar masalah teknis di satu pasar. Pasar Kramat Jati hanyalah satu dari sekian banyak titik yang akan terus bermunculan selama sistemnya tidak berubah.
Pertanyaannya, apakah pemerintah akan terus menambal kebocoran dengan solusi tambal sulam yang mahal dan berpolusi? Ataukah pemerintah berani mengubah hulunya?

(Repost Greenpeace)

09/02/2026

Selamat & Sukses Pengukuhan Prof Anas Nikoyan Sebagai Guru Besar Universitas Haluoleo

Alhamdulillah, turut berbahagia atas pengukuhan Bang Anas Nikoyan sebagai Guru Besar (Prof.) Universitas Halu Oleo. Sebuah capaian yang sangat layak dirayakan.

Bagi kami di Greenpress, Bang Anas bukan sekadar akademisi. Beliau adalah guru, fasilitator, sekaligus mitra perjuangan. Saat awal menginisiasi Greenpress pada 2004, Bang Anas—yang kala itu dipercaya sebagai Fasilitator Daerah (FASDA) DFID Inggris untuk program Multistakeholder Forestry Programme (MFP)—memberi ruang, dukungan, dan kepercayaan yang sangat berarti.

Melalui program MFP (kerja sama bilateral Indonesia–Inggris untuk perbaikan tata kelola hutan, pengurangan illegal logging, dan penguatan penghidupan masyarakat sekitar hutan), Greenpress dipercaya menjadi mitra, mengawal isu lingkungan dan kehutanan di Sulawesi Tenggara hingga se-Sulawesi lewat Regional Information Center (RIC) Sulawesi, sebuah program pengawalan informasi lingkungan dan kehutanan Sulawesi, yg mengorganisasir jejaring jurnalis lingkungan dan aktivis lingkungan se -Sulawesi.

Tak hanya itu, Greenpress adalah satu-satunya mitra DFID MFP di beri ruang khusus atau satu kantor dgn kantor FASDA DFID Sulawesi yg berpusat di Kota Kendari, kami dipersilakan berkreasi memaksimalkan sejumlah ruang kantor FASDA DFID MFP Sulawesi di JL Mesjid Agung Kendari, termasuk ruang studio Radio Greennews, radio komunitas lingkungan yg menjadi salah satu piranti media RIC Sulawesi selain portal alamsulawesi.net dan tabloik Jejak Sulawesi.

Bang Anas dikenal luas dengan pendekatan multipihak berbasis masyarakat, pemerintah, parlemen, merangkul akademisi, aktivis, jurnalis, dan komunitas lokal untuk mencari solusi kehutanan yang adil dan berkelanjutan.

Selamat Prof. Anas Nikoyan.
Ilmu yang menumbuhkan, jejak yang mengakar, dan teladan yang terus hidup, semoga sukses selalu dan makin berkah..Aamiin.





*BINCANG BENCANA**"DI BALIK PELUANG PENDANAAN IKLIM DAN KEJAHATAN KARBON"*Indonesia, sebagai pemilik hutan tropis terbes...
13/11/2025

*BINCANG BENCANA*
*"DI BALIK PELUANG PENDANAAN IKLIM DAN KEJAHATAN KARBON"*

Indonesia, sebagai pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia, berada di garis depan perjuangan penurunan suhu bumi. Indonesia secara aktif mengintegrasikan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), sebagai pilar utama untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC). Mekanisme NEK menawarkan peluang luar biasa untuk mengalirkan investasi hijau dari sektor swasta global, yang dibutuhkan untuk mitigasi dan adaptasi.

Namun, di balik optimisme ini, tersembunyi p**a risiko integritas yang masif. Pasar karbon global, yang masih fragmented dan kurang terawasi, menjadi celah empuk bagi aksi-aksi penipuan yang dikenal sebagai "Kejahatan Karbon" (Carbon Crimes).
Lebih dari sekadar risiko finansial, kejahatan karbon juga menimbulkan ancaman sosial dan lingkungan: potensi eksploitasi, pengabaian hak Persidangan Bebas, Didahulukan dan Diinformasikan (FPIC), serta munculnya konflik lahan di area konservasi yang dikelola oleh masyarakat adat.

Kini COP 30 masih berlangsung di Brazil, ditengah kericuhan dan protes dari masyarakat adat, apakah KTT ini nantinya menghasilkan keadilan untuk semua ? Mari ikuti diskusinya pada :

📆 Jumat, 14 November 2025
⏰ 14.00 WIB s/d Selesai

*Link Zoom: https://bit.ly/bincangbencanaskala*
*Meeting ID: 824 5297 5688*
*Passcode: 030317*

Jangan lupa Konfirmasi Kehadiran diskusi di tautan link berikut : *https://bit.ly/KonfirmasiKehadiranBincangBencana*

Kami tunggu kehadirannya ya Sobat Tangguh

*Salam Tangguh.💪💪*

13/10/2025

Ketika Laut Jadi Beracun: Dampak Tersembunyi Perubahan Iklim!

Tak hanya mencairkan es di kutub, perubahan iklim kini memicu penyebaran racun saraf di lautan 😱

Peneliti menemukan bahwa peningkatan suhu laut membuat alga beracun seperti Alexandrium catenella berkembang lebih cepat — melepaskan racun saxitoxin, senyawa mematikan yang bisa menyebabkan kelumpuhan hingga kematian pada ikan, burung laut, dan manusia.

🌡️ Laut yang lebih hangat = racun yang lebih meluas.
Dari perairan Arktik hingga pesisir Asia, ancaman ini bisa mengganggu rantai makanan laut dan keamanan pangan global.

“Perubahan iklim tidak hanya mengubah cuaca—ia mengubah segala kehidupan di laut,” ujar para ilmuwan. 🌍🐚

🌐 Selengkapnya: https://beritalingkungan.com/perubahan-iklim-picu-penyebaran-racun-saraf-di-lautan/

13/10/2025

Tahun Pertama Prabowo, Karhutla 2025 Berhasil Ditekan Signifikan!

Kabar baik datang dari hutan Indonesia! 🌳
Memasuki tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, hasil ini tak lepas dari:
✅ Pengawasan lapangan yang lebih ketat
✅ Kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat
✅ Penerapan teknologi deteksi dini kebakaran
✅ Edukasi berkelanjutan untuk pencegahan

Langkah cepat ini menunjukkan bahwa perlindungan hutan bisa berjalan seiring dengan pembangunan nasional 🌾🇮🇩

💬 Bagaimana menurut kamu? Apakah upaya ini bisa jadi titik balik untuk masa depan hutan Indonesia?

📍 Baca selengkapnya di https://beritalingkungan.com/tahun-pertama-prabowo-kebakaran-hutan-dan-lahan-2025-berhasil-ditekan-signifikan/

13/10/2025

Wisata Malam di Ragunan Resmi Dimulai!

Mau merasakan sensasi berbeda di Kebun Binatang Ragunan? Sekarang kamu bisa! 🌳✨
Mulai malam ini, Ragunan membuka program wisata malam di mana pengunjung bisa:
🦉 Melihat langsung satwa nokturnal yang biasanya tidur di siang hari
🏃‍♀️ Menyusuri jalur jogging di tengah hutan kota yang sejuk
📸 Menikmati suasana magis Ragunan di bawah cahaya bulan

Program ini diadakan terbatas, jadi pastikan kamu jadi bagian dari pengalaman langka ini! 🎟️
Cocok buat keluarga, pasangan, atau kamu yang ingin menikmati alam Jakarta dengan cara berbeda 🌌

📍 Lokasi: Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan
🕗 Waktu: Malam hari (jadwal tertentu)
🔗 Selengkapnya di: https://beritalingkungan.com/wisata-malam-di-ragunan-resmi-dimulai-pengunjung-bisa-lihat-satwa-nokturnal-hingga-jogging-di-hutan-kota/

KRISIS IKLIM SUDAH DI DEPAN MATA, TAPI KOMITMEN IKLIM INDONESIA MALAH DIUNDUR?Pemerintah malah memilih menunda pembaruan...
25/06/2025

KRISIS IKLIM SUDAH DI DEPAN MATA, TAPI KOMITMEN IKLIM INDONESIA MALAH DIUNDUR?

Pemerintah malah memilih menunda pembaruan target iklim (NDC). Kenapa? Apa karena kepentingan politik? Ekonomi? Atau karena… kita belum cukup peduli?

Bumi tak bisa menunggu. Komitmen iklim bukan soal nanti, tapi soal sekarang atau tidak sama sekali.

📣 Yuk, suarakan kekhawatiranmu!
Tulis di kolom komentar:
➡️ Apa satu hal yang menurutmu harus dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan bumi kita? 🌱

📌 Baca artikel lengkapnya di atau klik link di https://beritalingkungan.com/krisis-iklim-mendesak-komitmen-iklim-indonesia-malah-diundur/

Di Tambrauw, Laut & Adat Disatukan untuk Menjaga Alam!                                                                  ...
25/06/2025

Di Tambrauw, Laut & Adat Disatukan untuk Menjaga Alam!
Di ujung timur Indonesia, masyarakat adat Tambrauw bersuara lantang:
“Kami tak mau laut kami rusak!” Bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), mereka membangun sistem adat yang kuat untuk menjaga laut tetap lestari dan berdaulat.

Inilah bukti bahwa kearifan lokal bukan cerita lama, tapi solusi masa depan.
Ketika akar adat dijaga, laut pun terlindungi.

📌 Tambrauw kini jadi model pengelolaan laut berkelanjutan berbasis komunitas adat.
➡️ Sebuah langkah kecil dari Timur, dengan harapan besar untuk Indonesia.

📢 Mari dukung perjuangan mereka:
🔁
🌊
🗣 Mention temanmu yang peduli keadilan ekologis!

📰 Baca kisah lengkapnya di https://beritalingkungan.com/menguatkan-akar-adat-dan-menjaga-laut-papua-ykan-dukung-pengelolaan-lestari-di-tambrauw/

LAHAN KONSERVASI DIJUAL? 113 RIBU HEKTARE HUTAN TESSO NILO TERANCAM LENYAP! Bayangkan: hutan seluas hampir 2x Jakarta ya...
25/06/2025

LAHAN KONSERVASI DIJUAL? 113 RIBU HEKTARE HUTAN TESSO NILO TERANCAM LENYAP!
Bayangkan: hutan seluas hampir 2x Jakarta yang seharusnya jadi rumah bagi gajah Sumatera dan paru-paru bumi... kini diambang kehancuran karena dijual ilegal oleh tokoh adat sendiri!

📉 Alih-alih dilestarikan, kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Riau malah dijadikan komoditas.
Ini bukan hanya soal hukum — ini tentang pengkhianatan terhadap alam dan generasi masa depan!

Mari suarakan:
🔁
🌱
🗣 Tag temanmu yang peduli lingkungan!

📌 Baca selengkapnya di 👉 https://beritalingkungan.com/lahan-konservasi-dijual-tokoh-adat-113-ribu-hektare-tesso-nilo-terancam/

Address

Jalan Palbatu V No 4 Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan
Jakarta
12870

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Beritalingkungan.com posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Beritalingkungan.com:

Share