Arka Studio_8

Arka Studio_8 Photografer & Studio Rental

26/12/2025
FOTO MANUAL BERTEMU TEKNOLOGI DIGITAL. ✨Saat Dian Sastrowardoyo () hadir, sebuah project komersial dieksekusi dengan men...
14/12/2025

FOTO MANUAL BERTEMU TEKNOLOGI DIGITAL. ✨
Saat Dian Sastrowardoyo () hadir, sebuah project komersial dieksekusi dengan menggabungkan keahlian fotografi manual dan sentuhan teknologi olah digital 3D yang canggih.

Di Arka Studio (.studio), selalu ada eksplorasi cara baru agar visual iklan tampil lebih berbeda. Proses blending ini menjaga kualitas foto tetap natural, sekaligus menghadirkan hasil yang luar biasa dan up-to-date. .studio hadir sebagai studio profesional untuk solusi visual yang inovatif.

Mau foto brand Anda juga tampil beda? Yuk, ngobrol santai soal project Anda. DM Arka Studio sekarang! 📩

Fotografer : arkadiusganden
Produser : .studio
Proyek : Panasonic

Post 2​DIAN SASTRO, PANASONIC, DAN TEMA MOBIL BALAP. 🏎️⚡​Sesi foto komersial high energy bersama Brand Ambassador Panaso...
14/12/2025

Post 2

​DIAN SASTRO, PANASONIC, DAN TEMA MOBIL BALAP. 🏎️⚡

​Sesi foto komersial high energy bersama Brand Ambassador Panasonic, , yang dikemas dengan tema mobil balap yang dinamis!

Di Studio .studio, tim teknis fokus menangkap energi Dian Sastro, value brand Panasonic, dan elemen mobil balap yang difoto secara nyata (non-CGI), lalu dirangkai dalam satu frame profesional. Pendekatan ini memastikan visual terasa autentik, kuat, dan relevan.

​Butuh foto yang bisa mengkomunikasikan brand value Anda dengan tema khusus? Kontak Arka Studio untuk sesi foto komersial yang efektif! 📞

Fotografer : arkadiusganden
Produserr : .studio
Proyek : Panasonic

Behind The Scene Video .stuio
14/12/2025

Behind The Scene Video .stuio







Set Sirih Emas: Simbol Status & Kesakralan di JawaFotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × Europalia...
03/12/2025

Set Sirih Emas: Simbol Status & Kesakralan di Jawa

Fotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × Europalia

Set sirih mewah ini menggambarkan tradisi kunyah sirih yang berakar kuat di Jawa dan Bali. Dalam acara sosial dan ritual, suguhan sirih menjadi bentuk penghormatan, keramahan, sekaligus penegasan hubungan antarindividu. Dalam konteks sakral, bahan-bahan sirih selalu hadir sebagai persembahan bagi leluhur dan dewa.

Dahulu, hanya kalangan terpandang yang menyimpan perlengkapan sirih dalam wadah logam berhiaskan emas dan batu mulia seperti ini. Selain fungsional, set sirih emas juga menandakan **status, kesuburan, dan perlindungan** dalam budaya setempat.

_____

Artefak: Betel Nut Chew Set

Asal: Jawa

Material: Besi, emas, batu mulia

Ukuran: 12.5 × 30.5 × 19.2 cm

Inventaris: MNI 27787 (E.1327)

Kategori: Perlengkapan sirih, simbol status & ritual

_____

Kamera: /

Pencahayaan:

Catatan: Penekanan pada kilau emas, detail ukiran, dan struktur komposisi untuk menjaga kesan kemewahan artefak.

_____

Mamuli Pawihi: Perhiasan Leluhur SumbaFotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × EuropaliaMamuli adala...
03/12/2025

Mamuli Pawihi: Perhiasan Leluhur Sumba

Fotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × Europalia

Mamuli adalah anting emas upacara khas Sumba, dikenakan hanya dalam konteks ritual. Dalam pemakaman, mamuli menjadi bekal kekayaan bagi arwah menuju alam setelah kematian. Benda-benda ini juga merupakan pusaka leluhur, bagian dari *tanggu marapu* milik *kabihu* (klan), diwariskan turun-temurun sebagai simbol kehadiran para leluhur.

Mamuli khusus ini, *mamuli pawihi* atau “mamuli berkaki”, disebut *buti wilak*—“monyet yang menoleh ke belakang”. Selain bernilai sakral, ia menyimpan jejak sejarah: pada akhir abad ke-19, mamuli ini menjadi rampasan perang antara kerajaan kecil di Sumba dan pulau Salura di selatan Sumba.

_____

Artefak: Mamuli, Ear Pendant

Sebelum 1940

Asal: Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

Material: Emas

Ukuran: 11 × 8 × 2 cm

Inventaris: MNI E.1348

Kategori: Perhiasan upacara, pusaka *tanggu marapu*

_____

Kamera: /

Pencahayaan:

Catatan: Fokus pada tekstur emas, lekuk ukiran, dan bentuk ikonografis mamuli berkaki tanpa menghilangkan karakter ritualnya.

_____

Mahkota Upacara Gedung Agung: Warisan Emas Kerajaan BadungFotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × E...
03/12/2025

Mahkota Upacara Gedung Agung: Warisan Emas Kerajaan Badung

Fotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × Europalia

Mahkota emas ini adalah pusaka keluarga raja Badung, diwariskan turun-temurun dan digunakan dalam berbagai upacara istana. Kemungkinan besar dikenakan mempelai pria saat pernikahan kerajaan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai mahkota tari—termasuk dalam pertunjukan istana *gambuh* yang berakar pada Majapahit.

Dihiasi sulur bunga dan motif geometris, mahkota ini bertabur 75 batu mulia, rangka rotan, bunga-bunga emas, serta puncak berbentuk *gunungan* yang menyerupai pohon kehidupan. Pada bagian bawah belakang terdapat kepala gajah kecil menghadap ke belakang, diyakini sebagai penjaga sang pemakai.

_____

Artefak: Gedung Agung, Ceremonial Crown

1910–1920

Asal: Badung, Bali

Material: Emas, rotan, batu mulia

Ukuran: 33 × 24 cm

Inventaris: MNI 14897 (E.827)

Fungsi: Pusaka kerajaan, mahkota pernikahan, mahkota tari *gambuh*

_____

Kamera: /

Pencahayaan:

Catatan: Penataan cahaya diarahkan untuk menonjolkan pantulan emas, detail ukir, dan struktur bunga-bunga logam tanpa kehilangan nuansa historisnya.

_____

Korwar: Penjaga Jiwa Leluhur dari Teluk CenderawasihFotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × Europal...
03/12/2025

Korwar: Penjaga Jiwa Leluhur dari Teluk Cenderawasih

Fotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × Europalia

Di wilayah barat laut Papua, hubungan antara manusia dan leluhur diwujudkan dalam bentuk *korwar*—sebuah wadah kayu yang menyimpan tengkorak tokoh berpengaruh dalam komunitas. Berbeda dari anggapan umum para pengunjung museum pada masa lampau, tengkorak ini bukan hasil praktik pengayauan, melainkan milik leluhur yang dihormati.

Korwar disimpan di rumah-rumah dan dianggap sebagai tempat berdiamnya roh nenek moyang. Melalui persembahan, masyarakat memohon perlindungan, keberanian, dan petunjuk. Namun ketika korwar dianggap tidak lagi manjur, diyakini bahwa sang leluhur telah pergi. Tengkorak itu pun dikuburkan dan tempatnya digantikan oleh leluhur yang lebih baru—sebuah siklus penghormatan yang terus hidup dari generasi ke generasi.

_____

Artefak: Korwar (Wadah Tengkorak Leluhur)

Sebelum 1914

Asal: Teluk Cenderawasih, Papua

Material: Kayu, tengkorak manusia, manik-manik kaca, kain

Dimensi: 30 × 25 × 17 cm

Inventaris: MNI 17932

Fungsi: Wadah roh leluhur, media ritual, sumber perlindungan spiritual

_____

Kamera: /

Pencahayaan:

Pendekatan: Cahaya lembut arah samping untuk menonjolkan tekstur kayu tua, struktur tengkorak, dan detail manik-manik sebagai simbol kehadiran leluhur.

_____

Penjaga Haluan: Makhluk Penolak Bala dari LangkatFotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × EuropaliaO...
03/12/2025

Penjaga Haluan: Makhluk Penolak Bala dari Langkat

Fotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × Europalia

Ornamen haluan ini memadukan sosok naga dan gajah—ikonografi hibrida yang mengingatkan pada *makara* dalam tradisi Hindu-Buddha. Ukirannya penuh energi: moncong menganga, taring melengkung, sisik berwarna terang, dan mahkota berbentuk bumi di puncak kepala.

Dahulu, figur ini dipasang pada perahu bangsawan di Langkat, Sumatra Utara. Fungsinya bukan sekadar dekorasi, tetapi sebagai penjaga spiritual yang dipercaya mengusir roh jahat sekaligus memperkuat wibawa pemiliknya.

_____

Artefak: Ornamen Haluan Perahu (Prow Ornament)

Langkat, Sumatra Utara

Material: Kayu

Dimensi: 98 × 68 × 30 cm

Inventaris: MNI 780

Karakter: Kombinasi naga & gajah, serupa *makara*

Fungsi: Penolak bala dan simbol status pada perahu kerajaan

_____

Kamera: /

Pencahayaan:

Pendekatan cahaya difokuskan untuk menonjolkan kontur ukiran, warna tradisional, serta karakter ekspresif figur mitologis.

_____

Ritme Emas dari Tradisi Menginang NusantaraFotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × EuropaliaKacip i...
03/12/2025

Ritme Emas dari Tradisi Menginang Nusantara

Fotografer: Arkadius Ganden · Arkastudio × Museum Nasional × Europalia

Kacip ini adalah salah satu benda mewah yang terkait dengan tradisi menginang—kebiasaan sosial yang penting di Lombok dan wilayah Nusantara lainnya. Digunakan untuk memecah biji pinang, kacip berhiaskan emas ini menunjukkan status, kesuburan, dan perlindungan simbolis bagi pemiliknya. Bentuk figuratif pada bagian kepala, bersama detail ukiran dan perhiasan emas, menegaskan nilai estetika sekaligus status sosial penggunanya.

Dalam budaya setempat, sirih-pinang bukan sekadar konsumsi, tetapi tanda keramahan, penghormatan, dan hubungan antarmanusia maupun dengan leluhur.

_____

Artefak: Kacip (Betel Nut Cracker)

Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat

Material: Emas, besi

Dimensi: 17.5 × 7.7 cm

Inventaris: E.1035/8009

Fungsi: Memecah biji pinang untuk ramuan sirih

Makna budaya: Status sosial, kesuburan, perlindungan, serta lambang keramahan dalam upacara dan relasi sosial.

_____

Kamera: / (Medium Format)

Pencahayaan:

Pencahayaan diarahkan untuk menonjolkan kilau emas, tekstur besi, dan karakter ukiran tanpa mengurangi bentuk simbolik objek.

_____

# # #

Address

Jalan Palbatu IV No. 8
Jakarta
12870

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Arka Studio_8 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category