Martinus Chen

Martinus Chen Martinus chen adalah fotografer komersil, pendiri komunitas fb Berbagi Ilmu Fotografi, mengadakan to

Masjid Agung, Semarangfoto ini di ambil menjelang malam, foto landscape yang baik umunnya di mulai dari jam 5 sore sampa...
09/06/2017

Masjid Agung, Semarang

foto ini di ambil menjelang malam, foto landscape yang baik umunnya di mulai dari jam 5 sore sampai 6.30. menjelang golden hour dan matahari tenggelam moment itu yang paling menarik dan memperindah foto kita.

foto ini saya menggunakan kamera Pocket dengan extender wide yang setara 10mm di kamera dslr (apsc)
dengan iso 200 (kamera saya mentok di iso 200), diafragma f/11 dan shutter 1". tentu menggunakan tripod agar foto tidak bergerak dan menghasilkan tajam.

06/02/2017

Yuk...siapkan kamera kalian untuk nanti sore (Sunset). dalam fotografi lanskap saya sudah beberapa kali mengamati biasa pada saat hujan di siang hari dan sore hari terang atau terik. di saat itu sunet sangat cantik tidak seperti sunset biasanya...jadi sekarang search google lokasi terdekat yang ok untuk di foto sore nanti.

tempat hunting lanskap di Jakarta
Bundaran HI
ancol le bridge
patung kuda thamrin
pantai mutiara
pantai indah kapuk
bekasi jembatan dan piramida sumarecon

19/12/2016

Persiapkan diri anda di workshop traveling landscape photography bersama saya dan bekerjasama dengan salah satu toko kamera besar di Jakarta.

waktu sedang di atur...sekitar januari

Entah kenapa liat toko2 yang kotor dan tak berpenghuni menarik untuk di foto...foto by smartphone, edit HDR
10/12/2016

Entah kenapa liat toko2 yang kotor dan tak berpenghuni menarik untuk di foto...

foto by smartphone, edit HDR

Komposisi rule of thirdKomposisi dibawah ini adalah komposisi paling sederhana dan paling mudah di teknik foto. Dalam fo...
24/10/2016

Komposisi rule of third

Komposisi dibawah ini adalah komposisi paling sederhana dan paling mudah di teknik foto. Dalam foto ini saya hanya menggunakan mode auto untuk pengaturan cahay karena saya foto saat siang bolong yang artinya jika kita menggunakan auto pada saat siang cukup baik di mode auto dan tidak usa repot mengatur cahaya.

Objek utama dalam foto ini adalah si bapak yang lagi membuat layang-layang. Nah saya ingin mata tertuju bapak dan layang2 yang menuru saya itu hal utama dalam foto dibawah. Jadi saya menaruh bapak di garis kiri dan layang2 di garis bawah.

Agar memudahkan kita mengatur komposisi semua kamera maupun smartphone pasti di dalam menu ada bisa mengeluarkan garis sepeeti di foto bawah. Nah tinggal kita meletakan objek sesuai dengan garis tersebut.

Foto ini saya hanya menggunakan kamera pocket X70 dengan kamera kecil ini saya tidak kesulitan mengambil foto dan tidak terlalu mencolok di tambah kamera ini setara dengan dslr yang bisa mode manual dan sensor apsc

Selamat mencoba.

Writing & photographer Martinus Chen

My landscape photo for calendar
22/10/2016

My landscape photo for calendar

Family Time with Practice PhotographyKemaren ini saya mengajak keluarga untuk melihat festival layang-layang di hadiri 2...
10/10/2016

Family Time with Practice Photography

Kemaren ini saya mengajak keluarga untuk melihat festival layang-layang di hadiri 21 negara.

Disaat ini saya mencari kesempatan untuk mengasah teknik fotografi saya di sela2 waktu. Dengan menggunakan kamera pocket x70. Dengan kamera ini tidak terlalu mencolok sehingga saya bisa mendekati peserta untuk mengambil moment. Pada foto di bawah saya hanya menggunakan mode auto yang panas terik (auto kl cahaya bagus tidak masalah) dan yg terpenting saya mengasah komposisi dan monent.

Writing & photographer Martinus Chen

Bagaimana sih kita bisa membuat foto yang bagus. Kok foto saya ngak bagus2.Kadang kala kita di pertanyakan seperti ini p...
24/09/2016

Bagaimana sih kita bisa membuat foto yang bagus. Kok foto saya ngak bagus2.

Kadang kala kita di pertanyakan seperti ini pada diri kita sendiri. Menurut saya cara yang tercepat untuk membaiki foto kita agar lebih bagus yaitu selalu mengasag kemampuan kita. Kemana pun kita pergi kita harus selalu membawa kamera atau kamera handphone. Jangan segan2 untuk foto sesuatu yang menurut kita unik atau moment. Jam terbang sangat pengaruhi untuk kualitas foto kita.

Ada banyak orang yang sudah punya kamera dslr bertahun2 tetapi kualitas foto dia buruk (maaf) padahal orang tersebut sering hunting dengan komunitas. Tetapi pada kehidupan sehari2 orang tersebut tidak pernah foto. Saya rasa jauh lebih baik orang yang jarang hunting tetapi di setiap saat atau kemanapun dia foto dengan menggunakan hp atau kamera pocket.

Saya sendiri jika ingin berpergian selalu membawa kamera pocket saya fujifilm x70 malah jika saya masih merasa agak besar syaa membawa kamera anak saya fujifilm xq2.

Foto di bawa ini contoh saat saya mengambil dan mengabadikan adik ipar saya saat detik2 mau melahirkan.

Yuk Kemanapun dan kapan pun kita harus peka terhadap foto dan mengasahnya....

Writing n photogrpaher
Martinus Chen

Product Photo with FujifilmPada kali ini saya foto produk menggunakan fujifilm sebelumnya saya telah meninggalkan dslr s...
19/09/2016

Product Photo with Fujifilm

Pada kali ini saya foto produk menggunakan fujifilm sebelumnya saya telah meninggalkan dslr skitar 1 bulan lalu. Keputusan saya tidak salah, dengan kamera mirorless fujifilm xt1 dan lensa macro 60mm saya membuat foto yang sangat baik dan tajam

Pada foto ini saya menggunakan 2 lampu dan softbox kiri kanan yg yg agak menyerong agar cahaya rata. Background saya menggunakan kertas HVS A3. Iso tentu 100 agar kualitas foto baik, dengan diafragma f/8 saya ingin semua terlihat tajam dan shutter 1/30 agak lama sebenarnya tetapi saya ingin background kertas hvs menjadi putih terang agar mudah untuk edit backgroundnya

Pada foto pertama terlihat produk yg saya foto terlihat full. Dan foto kedua sengaja saya crop karena saya ingin tau seberapa tajam hasil fotonya. Dan ternyata hasilnya mengejutkan detail tulisan yang sangat kecil dapat terlihat dengan jelas

Jadi jangan berpikir foto yang baik, komersil, profesional hanya bisa menggunakan dslr. Apa lagi saat ini sudah ada mirrorles bersensor medium format.

Writer & Photographer Martinus Chen

16/09/2016

Minggu lalu saya traveling ke banjarmasin untuk foto beberapa spot. Pada saat saya foto sunset (tidak usa di sebutkan lokasi) saya bertemu dengan sekelompok fotografer dari jakarta juga. Pada saat mreka foto saya sempat mendekati dan ngobrol-ngobrol. Sewaktu saya mendekati mreka, mreka sempat mengusir saya yang katanya "awas saya lagi foto, lagi ngerekam"

Saya lihat mreka semua menggunakan kamera dslr dengan tripod besar dan tas pinggang berisi berbagai macam filter kotak (kayaknya lee, n camera rata2 canon 6d). Mreka melihat saya hanya menggunakan kamera mirorless dan tripod mungil saja. Mreka jg bertanya ke saya "fotonya ga pake filter?" (pake filter nd yang bulat doang, jd ga kliatan pake filter). Saya sempat mendengar jg mreka membicarakan"eh kamu foto gini pake setting apa? Iso brp dll".

Karena kemera saya kecil dan tripod mungil makanya saya di usir, mreka menganggap saya tidak profesional n foto pemula. Dan mreka menganggap mreka profesional dengan peralatan lengkap dan super besar.

Karena sakit hati sehabis saya foto sayang langsung wifi dan edit menggunakan snapseed. Lalu saya kasih liat hasil foto saya, pas mreka lihat hasil foto saya mreka sangat terkejut.

Tujuan Tulisan saya di atas yaitu, tolong hargai fotografer lain. Jangan menganggap diri kita profesional karena kita punya peralatan lengkap dan harga selangit. Foto itu di liat keindahan, teknik bukan dari camera apa yang kita gunakan.

Berbagi Ilmu PhotographyHari minggu kemaren saya dan beberapa teman-teman bif pergi ke bandung untuk sesi hunting di sek...
11/08/2016

Berbagi Ilmu Photography

Hari minggu kemaren saya dan beberapa teman-teman bif pergi ke bandung untuk sesi hunting di sekitar daerah braga dan asia afrika pada pagi hari. Setelah kami selesai foto ada teman kita untuk minta ke satu tempat untuk membeli minuman sambil menunggu mata saya tertuju dengan seseorang yang sedang mengambar sketsa. Hal ini saya alami juga pada saat saya hunting foto di Siong Lim Temple, Singapore. Pada saat saya asyik mengambil foto ada juga orang yang sedang asik mengambar dengan menggunakan kertas gambar dan cat air.

Sebenernya pelukis itu sama seperti photographer yang membedakan yaitu hanya medianya saja. Kita photographer seniman mahal menurut saya, karena peralatan kamera kita sangat mahal di banding dengan si pelukuis yang hanya menggunakan kertas gambar dan cat minyak, plus waktu yang di butuhkan jauh lebih lama. Pelukis membutuhkan waktu 2 jam untuk mengambil satu lukisan sedangkan kita dalam 2 jam sudah dapat mengambil beberapa foto yang baik.

Disini saya melihat pelukis lebih berjuang untuk mendapatkan suatu hasil yang baik di banding kita photographer. Pada saat orang itu melukis saya ajak ngobrol beliau yang menurut saya obrolan itu sangat berarti untuk kita para photographer.

Beliau mengatakan “menggambar sketsa itu sama seperti photo, sama-sama hunting mencari tempat untuk mendapatkan gambar, sama-sama seni, sama-sama melihat komposisi, cahaya terang gelap, perspektif, warna, dan lain-lain”

Adakah kita pada saat hunting memikirkan itu semua? Saya rasa banyak photographer yang melupakannya, umumnya hanya memikirkan iso, diafragma dan shutter plus komposisi di akhir, saya rasa jarang orang yang memikirkan cahaya terang gelap, persepektif dan warna.

Semoga obrolan saya dengan beliau dapat berarti untuk kita semua.

Writing & Photographer
Martinus Chen

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Martinus Chen posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category