03/09/2026
Dari Kandang Ayam ke Australia
Siapa bilang anak desa nggak bisa punya mimpi besar?
Kenalin, ini Andi. Pemuda asal Desa Montong Tangi, Lombok Timur. Dulu, jangankan ke luar negeri, main ke Kota Mataram aja Andi cuma sanggup setahun sekali. Kesehariannya cuma bantu orang tua di sawah dan mengurus kandang ayam.
Tapi keterbatasan bukan alasan buat menyerah. Berkat tekad kuat dan doa orang tuanya yang cuma lulusan SD dan SMA, Andi nekat merantau ke Yogyakarta buat kuliah.
Siapa sangka, langkah kecil itu jadi awal perjalanan luar biasanya!
Dari jadi lulusan terbaik S1, Andi sukses menyapu beasiswa S2 di Prancis dan Polandia. Dialah orang pertama di kampungnya yang berhasil meraih gelar Master di Eropa!
Tantangannya jelas nggak main-main. Di Polandia, Andi harus naik kereta 3 jam cuma demi bisa salat Jumat di masjid terdekat. Di Prancis, dia sempat kesulitan cari kerja sampingan karena terkendala bahasa. Tapi semua dia jalani tanpa mengeluh.
Kini, petualangan Andi berlanjut ke Australia.
Di Sydney, Andi punya pekerjaan tetap di pabrik roti. Tapi setelah jam kerja selesai, dia nggak malu buat lanjut narik ojek online sampai malam. Buat Andi, punya dua gelar Master bukan alasan buat gengsi. Di Australia, semua pekerjaan halal itu setara dan dihargai.
Dia juga mengingatkan, meski gaji di luar negeri terlihat besar, biaya hidupnya juga seimbang tingginya. Jadi, merantau itu butuh persiapan matang, bukan cuma sekadar nekat.
Di balik semua kesuksesannya, Andi sudah kenyang merasakan kegagalan: pernah ditipu bisnis, gagal beasiswa, sampai ditolak kerja. Tapi Andi percaya, masa muda umur 20-an adalah waktunya kerja keras dan mengukir sejarah.
Pesan Andi buat anak muda sederhana: "Perhatikan lingkunganmu." Cari pertemanan yang saling mendukung, bukan yang punya crab mentality atau s**a menjatuhkan mimpi orang lain.
Dari sawah di Lombok hingga jalanan Sydney, Andi membuktikan kalau mimpi besar nggak harus dimulai dari tempat yang besar.
Jangan pernah takut gagal, dan jangan pernah berhenti mencoba!