04/07/2026
JUDUL: HAMPIR MATI BIKIN DESAIN KEPALA SILINDER
Korekan sesuai kebutuhan balap road race itu, setengah mati bikinnya. Itu menurut Yamaha Motor Sport (YMS) pada F1-ZR-nya. Tapi, jangan mati beneran, d**g. "Kedua kepala silinder dan ukuran lubang buang mesti beda terang Hardi Kampret, chip mekanik YMS.
Maklum, dua pejuang YMS beria-ria senang 'makan'. "Acong" Darmadi senang rpm tinggi. Eh, Champez doyan rpm bawah. "Maunya Champez tangan diketek, langsung nyamber. Ini problem," kata Kampret yang bermarkas di Daan Mogot, Jakarta Barat itu. Kok ngetes kau, Kali, kurang gayanya.
Kita ulas F1-ZR Champez. Motor ini juara seri Kejurda IMI DKI seeded B 99. Desain kubah kepala silindernya dibikin lain dari Acong. Setelah dipapas 2 mm, kubah kepala silinder niyo dibikin standar ulang. Cenderung tegak. Sudut miring agak cuma 14 derajat. Juga nat alias celah di bibir kepala silinder masih 0.2 mm. Padahal, coakan pengetabatan miring banget. Bahkan natnya hilang.
Coakan tegak itu, membuat volume ruang bakar sempit. Otomatis perbandingan kompresi naik jadi 7,2:1 dari 6,9:1. Asal tahu aja, Acong cuma 7,0:1. Hasilnya, gasingan F1-ZR Champez mencakar mantap. Trek-treknya lebih bengis.
Ini mesti seimbang lubang buang. Tingginya jangan singkat banget. Jika dijadwalkan semisal 23,5 mm, 24 atau 25 mm, sama buang-nya. Karena tinggi lubang buang silinder Champez 26 mm. Ideal buat putaran rendah. Pergelangan Champez, tak perlu panteng 5.000 rpm ke atas. Yang begini nggak mau repot.
Dikawinkan knalpot YY Pang versi Malaysia. Model samping. Mutu pelepas gas buang ini, cocok di F1-ZR. Di negara asalnya, memang buat pacu kebut Yamaha Y110SS.
Motor ini persis F1-ZR ini. Namanya saja beda. Saat ini, YY Pang mengalahkan pamor udang di trek dadakan.
Aliran bahan bakar mesti sesuai. Dibikin lebih singkat ke ruang silinder. Mampu mengimbang putaran rendah. Karbu Keihin 24 mm diisi pilot-jet 45, main-jet 158, dan tinggi lubang 16 mm, disambung leher angsa Daytona. Leher angsa ini cepat mengalirkan bahan