12/05/2024
✓ °•°RASA YG TERPENDAM°•°,✓
Dalam kelamnya ruangku tanpa lentera, ia masuk membawa pelita—terang, menjaga agar tak padam.
Meski sempat beberapa kali tangisku luruh, ia tidak menghapusnya; tetapi, memberi tenang pada lirihnya untuk bungkam.
Aku tidak bisa menebak ketulusan seperti apa yang ia suguhkan; entah berujung menjadi pelajaran—lagi, atau bayaran dari patah hati