JlingArt photography

JlingArt photography Tempat Belajar Fotografi Untuk Pemula

20/12/2021
“Jangan pernah merasa sepi tau bahkan sendiri, karena sejatinya kita tidak benar – benar sendiri. Masih ada tuhan yang m...
25/07/2019

“Jangan pernah merasa sepi tau bahkan sendiri, karena sejatinya kita tidak benar – benar sendiri. Masih ada tuhan yang menemani kita.”

“Jangan menyesal atas masa lalu kelam yang pernah kamu alami, yang pasti dengan masa lalu mu itu, tak peduli seburuk apa...
25/07/2019

“Jangan menyesal atas masa lalu kelam yang pernah kamu alami, yang pasti dengan masa lalu mu itu, tak peduli seburuk apapun itu ia yang bisa menjadikanmu hingga seperti sekarang ini.”

“Suatu hal yang patut menjadi kebanggaan adalah ketika seseorang memutuskan untuk menjadi dirinya sendiri.” #3
05/03/2019

“Suatu hal yang patut menjadi kebanggaan adalah ketika seseorang memutuskan untuk menjadi dirinya sendiri.”

#3

“Jangan pernah merasa sepi tau bahkan sendiri, karena sejatinya kita tidak benar – benar sendiri. Masih ada tuhan yang m...
05/03/2019

“Jangan pernah merasa sepi tau bahkan sendiri, karena sejatinya kita tidak benar – benar sendiri. Masih ada tuhan yang menemani kita.”

#2

“Janganlah pernah membuat seseorang menjadi jatuh cinta padamu, namun dirimu sendiri masih belum bisa memberikan hatimu ...
05/03/2019

“Janganlah pernah membuat seseorang menjadi jatuh cinta padamu, namun dirimu sendiri masih belum bisa memberikan hatimu padanya seutuhnya. Karena cinta sepihak itu sangat pedih.”

#1

Panduan Mudah Setting ISO, APERTURE dan SHUTTER SPEED Pada KameraBelajar dasar-dasar teknik fotografi membutuhkan sediki...
19/02/2019

Panduan Mudah Setting ISO, APERTURE dan SHUTTER SPEED Pada Kamera

Belajar dasar-dasar teknik fotografi membutuhkan sedikit usaha dan salah satu konsep fotografi yang cukup kompleks bagi pemula adalah hubungan antara ISO, APERTURE dan SHUTTER SPEED. Sebuah situs fotografi asal Jerman yaitu Photoblog Hamburg membuat infografis sederhana tapi sangat membantu untuk menjelaskan efek dari ketiganya.

Grafik di atas menggunakan pendekatan sederhana berbagai setting dan efeknya terhadap hasil foto. Bagaimana jumlah cahaya yang Anda tentukan akan mempengaruhi foto, bagaimana pengaturan tertentu dapat meningkatkan noise, dan bagaimana tingkat fokus bisa berubah-rubah.

Secara singkat bagian atas merupakan setting aperture, kemudian tengah adalah shutter speed, dan ISO di bagian bawah. Ini tentu saja bukan representasi sempurna dari apa yang akan Anda dapatkan, tapi ini adalah visualisasi yang bagus yang membantu memahami dasar-dasar teknik fotografi terutama bagi pemula.

Note : Untuk simulasi kamera secara online bagaimana cara setting dan efeknya terhadap foto bisa menggunakan simulator kamera ini. Jika belum pernah membaca atau belajar konsep dasar fotografi saya wajibkan untuk membaca ini terlebih dahulu.

Saya akan jelaskan sedikit disini dengan mengambil beberapa contoh studi kasus.

1. Foto dengan POI Fokus dan Background Blur

Kita ingin mendapatkan foto dengan obyek point of interest (POI) fokus dan background blur, kondisi ini yang biasanya digunakan untuk mengambil foto portrait. Kita lihat saja panduan paling atas dan pilih hasil dengan gambar orang berdiri fokus dengan background gunung yang blur. Terlihat yang menentukan background blur adalah aperture atau bukaan besar dari f/5.6 – f/1.4 bisa memberi efek yang diinginkan. Semakin besar bukaan, semakin sempit DOF (kedalaman fokus), semakin blur background terhadap POI. (Perlu dicatat bahwa seberapa besar bukaan yang bisa dilakukan sangat tergantung lensa yang digunakan).

Selain aperture sebenarnya ada hal lain yang menentukan background blur yang tidak disebutkan pada gambar infografis di atas, yaitu jarak antara POI dan background. Semakin jauh jaraknya semakin jauh juga perbedaan tingkat fokus antara obyek di depan dengan background.

2. Foto Adegan Bergerak Dengan Jaminan Obyek Fokus

Faktor utama yang menentukan fokus tidaknya saat mengambil foto obyek yang sedang bergerak adalah Shutter Speed (kecepatan rana). Dalam infografis di atas digambarkan sebagai orang yang berlari. Maka jika ingin mengambil foto obyek bergerak dan fokus pastikan shutter speed di kisaran 1/1000s – 1/500s, sangat tergantung secepat apa gerakannnya. Shutter lebih lambat dari itu bisa dipastikan obyek POI akan blur.

Yang patut diperhatikan (karena tidak disebutkan pada gambar) adalah bahwa untuk bisa menggunakan kecepatan rana 1/1000s harus dipastikan cahaya cukup, karena jika tidak hasil foto akan gelap atau underexposed. Untuk mendapatkan cahaya berlimpah selain dari kondisi tempat pengambilan foto juga dari setting aperture yang besar.

3. Foto Dengan Kualitas Terbaik

Yang terakhir adalah bagaimana cara mendapatkan foto dengan kualitas terbaik dalam artian tidak memiliki atau minim noise. Kalau lihat di panduan tersebut digambarkan dengan hasil foto berbintik. Semakin tinggi setting ISO yang digunakan semakin noise hasil foto yang akan didapatkan, jadi jika tidak ingin noise muncul usahakan memakai ISO serendah mungkin. Contoh adalah ISO 50, ISO 100. Abaikan ISO paling tinggi karena hasil foto sangat tidak jelas, banyak bintik-bintik noise dan warna jadi kacau.

Perlu dicatat lagi bahwa memang kita tidak selalu bisa memilih ISO rendah. ISO adalah tingkat sensitifitas, tujuan ISO tinggi sebenarnya agar kita bisa mendapatkan cahaya lebih banyak pada saat kondisi minim cahaya. Karena jika kondisi lowlight kita memakai ISO rendah hasil foto akan gelap (sensor kurang sensitif). Teknologi semakin maju dibandingkan beberapa tahun lalu, saat ini memakai ISO 6400 pun pada kamera terbaru bisa mendapatkan hasil yang sangat baik.

4. Kesimpulan

Aperture, Shutter Speed dan ISO tidak berdiri sendiri seperti yang digambarkan pada info grafis di atas. Sebenarnya ketiganya akan saling memberi efek kompensasi satu sama lain. Tetapi untuk belajar teknik fotografi awal informasi di atas sudah sangat baik. Lakukan percobaan secara terpisah antara ketiga settingan tersebut. Dengan berjalannya waktu, semakin banyak moto dengan setting manual, akan mengerti dengan sendirinya hubungan antara ketigannya. Semoga bermanfaat.

MACRO PHOTOGRAPHYFotografi makro adalah fotografi dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi namun t...
23/01/2019

MACRO PHOTOGRAPHY

Fotografi makro adalah fotografi dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi namun tidak memerlukan bantuan alat pembesar optik seperti mikroskop. Fotografi makro biasanya memiliki rasio 1:1 yaitu besar gambar yang dihasilkan sama ukurannya dengan benda aslinya. Sebagai contoh, pada film 35 mm, lensa harus dapat fokus pada area sekecil 24×36 mm, yaitu ukuran gambar pada film.

Untuk fotografi makro, lensa makro adalah pilihan yang tepat. Lensa tipe ini biasanya memiliki perbesaran 1:1 atau bahkan lebih. Namun sayang, lensa makro identik dengan harga yang mahal. Oleh karena itu, anda dapat menggunakan alternatif lain seperti menggunakan extension tube, reverse ring atau filter close up. Berikut adalah cara cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan foto makro dengan biaya yang murah.

Cara pertama
adalah dengan Filter close up.Filter close up adalah filter yang dipasang di depan lensa (seperti filter biasa) yang fungsinya seperti kaca pembesar yhang berguna untuk mendapatkan pembesaran fokus yang diinginkan. Dengan cara ini walaupun tidak memiliki lensa makro, dengan lensa kit biasa juga sudah bisa digunakan untukfoto makro.

Cara kedua
adalah menggunakan reverse ring. Sebenarnya cara kerjanya reverse ring ini sama dengan membalik lensa agar bisa digunakan untuk foto makro. Reverse ring hanya sebuah alat bantu yang funsingnya untuk menyatukan badan kamera dengan lensa yang dibalik.

Cara ketiga
adalah dengan makro extention tube. Extention tube ini berbentuk seperti p**a yang dipasang di antara badan kamera dengan lensa. Tujuannya adalah untuk mendapatkan jarak fokus yang lebih dekat agar bisa fokus untuk memotret benda yang kecil.

Gunakanlah Aperture Sempit

Mengeksekusi foto makro biasanya dilakukan dengan jarang yang sangat dekat. Dan foto yang dihasilkan akan memiliki ruang tajam (DOF) yang sangat sempit. Oleh karena itu, gunakanlah aperture sempit (f/8 keatas) untuk memperluas ruang tajam yang didapat.

Cobalah untuk tidak menggunakan ISO tinggi

Jika alat yang anda pergunakan tidak memungkinkan mendapatkan perbesaran yang wah, dan berniat melakukan perbesaran dengan cara cropping, cobalah untuk tidak menggunakan ISO terlalu tinggi. ISO yang terlalu tinggi akan menimbulkan grain pada hasil foto, terlebih ketika anda melakukan cropping. Grain juga cenderung mengurangi ketajaman foto.

Pastikan kamera tidak shake/goyang

DOF yang sempit pada foto makro berdampak pada susahnya untuk melakukan fokus pada objek. Sedikit guncangan saja, maka fokus dipastikan dapat meleset. Untuk mengatasi ini, pastikan kamera tidak mengalami shake ketika akan melakukan eksekusi. Anda dapat menggunakan tripod jika ingin. Namun hal ini bisa diatasi dengan menggunakan speed tinggi diatas 1/125. Hal ini juga berguna untuk mengantisipasi pergerakan serangga.

Gunakan bantuan cahaya lampu flash

Foto makro yang dihasilkan dengan cahaya alami tentu saja sangat baik. Namun saya jarang sekali dapat mengeksekusi foto makro dengan setingan aperture sempit – ISO rendah – speed tinggi tanpa bantuan flash. Jika anda tidak memiliki external flash, anda dapat menggunakan internal flash pada kamera.

Cobalah untuk selalu menggunakan manual fokus

Untuk mendapatkan perbesaran maksimal, cobalah untuk selalu menggunakan manual fokus. Caranya, setting lensa anda pada manual fokus, dan gunakan titik fokus terdekat. Lalu temukan fokus yang tepat dengan memaju-mundurkan lensa di depan objek hingga mendapatkan fokus yang pas.

PERALATAN

Kamera

Kamera digital apa pun dengan zoom 10x atau lebih baik. Lebih banyak pengaturan manual yang bisa Anda akses -baik saja. Kamera DSLR apa pun.

Lensa

Untuk fotografi makro, Anda memerlukan lensa khusus. Tidak mungkin Anda bisa membuat makro yang baik menggunakan kamera digital "telanjang" atau kamera DSLR tanpa lensa makro (atau lensa zoom yang baik). Saya tahu - saya mencoba dengan Fuji FinePix 9500 saya selama sekitar 2 bulan. Lensa DSLR untuk fotografi makro paling tajam di pasaran.

Untuk kamera digital - Raynox DCR-250.

Untuk kamera DSLR - lensa apa pun dengan kata ajaib MACRO di atasnya.

Lensa makro DSLR - contoh:

Canon EF-S 60mm f / 2.8 USM Makro

Canon EF 100mm f / 2.8 USM Makro

Canon EF 180 mm f / 3.5L Makro USM

Nikon AF Micro-Nikkor 60mm f / 2.8D

Nikon AF-S VR Mikro-Nikkor 105mm f / 2.8G IF-ED

Nikon AF-S Micro NIKKOR 60mm f / 2.8G ED

Nikon AF Micro-Nikkor 200mm f / 4D IF-ED

Sigma 50mm f / 2.8 EX DG

Sigma 70mm f / 2.8 EX DG

Sigma 105mm f / 2.8 EX DG

Sigma 150mm f / 2.8 EX DG JIKA HSM

Sigma 180mm f / 3.5 EX DG HSM

Tamron SP 90mm f / 2.8 Di Makro 1: 1 AF

dan sebagainya.

Anda juga dapat menggunakan Raynox DCR-250 pada lensa makro apa pun untuk kamera DSLR - DOF akan sangat dangkal tetapi Anda hampir memiliki mikroskop.

Peralatan lainnya

Ini dia - diffuser. Anda bisa membeli satu atau membuatnya sendiri. Di bawah ini adalah foto-foto diffuser saya sendiri - Saya menggunakannya dengan Fuji FinePix 9500 dan setelah penyesuaian kecil saya menggunakannya dengan Canon EOS 40D. Tip konstruksi - kotak kosong setelah beberapa permen dengan lubang untuk flash dan dengan dua lapisan jaringan di ujung lainnya. Aluminium foil di dalam untuk transmisi cahaya yang lebih baik.

Untuk apa Anda membutuhkannya? Sederhana - dengan fotografi makro, Anda membutuhkan DOF sebanyak mungkin. Menggunakan F11 pada kamera digital atau F16-22 pada kamera DSLR adalah normal. Dan kemudian Anda tidak memiliki cukup cahaya. Menggunakan flash "telanjang" memberikan cahaya yang sangat kuat dan terlalu banyak pantulan. Yang kita butuhkan adalah cahaya lembut dari flash yang tersembunyi di balik diffuser.

Macro FlashGun

Jika Anda memiliki cukup uang di saku dan fotografi makro menghabiskan 90% waktu Anda saat menggunakan kamera, maka Anda dapat membeli salah satunya:

Canon MR-14EX Macrolite

Makro Canon MT-24 EX

Nikon R1 Close-Up Speedlight

Nikon R1C1 Speed-Up Speedlight

atau flashgun khusus lainnya untuk makro.

Menggunakan flashgun profesional tentu saja merupakan solusi terbaik tetapi juga mahal. Jadi itu pilihan Anda - diffuser buatan rumah atau flashgun profesional yang siap pakai untuk fotografi makro.

Tripod / monopod - Saya tidak menggunakannya sama sekali. Kumbang dan serangga terlalu cepat untuk itu. Sebelum Anda mempersiapkan diri, mereka akan hilang. Tapi tripod bisa berguna ketika Anda membuat foto bunga, mereka biasanya sangat sabar dan jika tidak ada angin mereka tetap diam.

Orang-orang menggunakan banyak trik berbeda untuk fotografi makro - penyemprot air, penjepit kertas (agar daun rumput tetap diam saat membuat foto serangga di atasnya), lalat mati (ya - Anda bisa memberi makan laba-laba atau serangga "mematikan" lainnya untuk membuat beberapa foto yang luar biasa), botol kecil madu (untuk memberi makan kupu-kupu dan binatang buas lapar lainnya di luar sana). Tetapi saya tidak akan menulis tentang hal-hal itu. Jadilah kreatif. Pikirkan apa yang mungkin Anda butuhkan sebelum berburu.

Sekian Dan Terima Kasih

Semoga Bermanfaat.

WEDDING PHOTOGRAPHYSeni fotografi ini merupakan salah satu yang paling popular di kalangan masyarakat karena setiap oran...
18/01/2019

WEDDING PHOTOGRAPHY

Seni fotografi ini merupakan salah satu yang paling popular di kalangan masyarakat karena setiap orang pasti ingin memiliki foto yang bagus pada momen penting mereka. Tipe ini membutuhkan fotografer yang berpengalaman karena dibutuhkan keahlian untuk menangkap momen-momen penting.

1. Buatlah daftar Foto yang akan kalian ambil.

Salah satu saran yang bisa sangat membantu tentang Wedding Photography adalah meminta pasangan tersebut untuk memikirkan foto-foto seperti apa yang mereka inginkan pada saat acara pernikahan. Ini akan sangat membantu pada saat pemotretan bersama keluarga, tentunya Sobat tidak ingin ketika menyerahkan hasil foto yang bagus tetapi kalian tidak menyertakan salah satu anggota keluarga dalam foto-foto tersebut bukan?

2. Memilih koordinator foto

Memotret seluruh anggota keluarga pada saat acara pernikahan bisa terasa merepotkan loh! Biasanya kebanyakan dari mereka berjalan kesana kemari menemui anggota keluarga lain, teman, kolega dan lain-lain. Parahnya lagi Sobat pasti tidak mengenal satu-satu anggota keluarga tersebut, ditambah lagi ada dua keluarga yang berkumpul baik itu dari pihak laki-laki maupun perempuan. Mintalah pada pasangan tersebut seorang foto koordinator yang mengenal seluruh anggota keluarga, dan lebih baik dipilih dari salah satu anggota keluarga mereka. Foto koordinator bisa membantu Sobat ketika mengumpulkan mereka untuk sesi pemotretan.

3. Kunjungi lokasi acara

Kunjungi semua lokasi pernikahan dimana kalian akan memotret sebelum acara berlangsung. Memang beberapa fotografer wedding profesional tidak melakukannya, tetapi ini akan sangat membantu untuk mengetahui darimana kita memotret, merencanakan angle atau frame foto yang akan kita ambil dan melihat bagaimana kondisi pencahayaan pada waktu yang sama ketika acara pernikahan. Cobalah mengajak pasangan turut serta melihat lokasi, dan mencoba mengambil beberapa foto, siapa tahu bisa menjadi foto ‘Pra-Wedding’.

4. Persiapan adalah kunci dari Wedding Photography

Potensi kesalahan besar terjadi pada saat acara pernikahan, jadi Sobat harus membersiapkan diri dengan baik. Buatlah rencana cadangan (jika pernikahan outdoor dan cuaca buruk), pastikan baterai diisi penuh, memory card benar-benar kosong, pikirkan tentang rute atau urutan pemotretan sehingga Sobat mengetahui momen apa yang terjadi berikutnya. Datanglah pada acara gladi resik jika memungkinkan dan memang jika ada acara tersebut, dari situ kalian bisa mengumpulkan informasi tentang posisi memotret, pencahayaan, urut-ututan acara dan lain-lain.

5. Ketahui apa yang menjadi harapan kedua pasangan terhadap hasil foto kalian

Tunjukkan hasil foto atau portofolio kalian pada mereka. Ketahui apa yang ingin mereka dapatkan, berapa banyak foto yang mereka inginkan, acara apa saya yang tidak boleh terlewatkan dan bagaimana foto tersebut digunakan. Pastikan kalian membuat semacam perjanjian atau deal harga jika kalian mengenakan biaya untuk Wedding Photography.

6. Matikan suara yang ada pada kamera digital kalian.

Jangan pernah menambahkan bunyi-bunyi Beep pada saat khidmadnya acara pernikahan. Matikan semua fitur suara sebelum acara pernikahan.

7. Potretlah detail-detail kecil

Ambillah gambar cincin, pernak-pernik kebaya atau gaun penganti, bunga, penataan meja dan lain-lain. Ini akan memberikan warna dan dimensi pada album pernikahan. Cobalah membuat sebuah album dengan format Wedding Magazine agar lebih memiliki mood ketika pasangan tersebut melihat album tersebut

8. Gunakan dua kamera

Berusahalah mendapatkan kamera lain, entah itu dengan cara memohon atau meminjam ke orang lain. Gunakan dua lensa yang berbeda pada setiap kamera. Idealnya satu kamera dilengkapi dengan lensa wide (bagus untuk candid dan ruang sedikit sempit), dan satu lagi dengan lensa zoom (kalau bisa gunakan lensa yang memiliki focal length maksimal 200mm).

9. Pertimbangkan menggunakan Fotografer kedua.

Memiliki fotografer cadangan bisa menjadi strategi yang bagus, hal ini berarti Anda tidak akan bergerak atau berpidah tempat terlalu banyak pada saat acara pernikahan. Satu fotografer mengambil foto formal, dan satu lagi mengambil foto candid. Memotret sendirian akan memberikan tekanan tersendiri karena kalian akan dituntut menghasilkan foto-foto bagus disetiap momen pernikahan.

10. Berani tetapi jangan terlalu mencolok

Sikap ragu-ragu atau malu-malu tidak akan memberikan foto yang kalian cari, terkadang Sobat harus sedikit berani untuk menangkap momen, bagaimanapun juga timing merupakan segalanya dan berpikirlah untuk mendapatkan posisi yang tepat saat momen penting sehingga tidak mengganggu jalannya acara pernikahan. Bergerak atau berkelilinglah secara efisien, seperti berpindah tempat pada saat pemutaran lagu atau pidato sambutan. Bersikaplah berani ketika mengambil foto-foto penting, terutama foto yang diinginkan oleh kedua pasangan.

11. Pelajari bagaimana memanipulasi cahaya.

Kemampuan untuk memantulkan atau menyebarkan (diffuse) cahaya flash merupakan kunci dalam Wedding Photography. Sobat pasti banyak menemui sebuah acara pernikahan di dalam gedung yang memiliki kondisi pencahayaan rendah atau temaram, jika kalian diijinkan untuk bisa menggunakan flash (beberapa tempat seperti gereja tidak memperbolehkan) lihatlah apakah memungkinkan untuk memantulkan cahaya flash ke langit-langit gedung? (ingatlah bahwa memantulkan cahaya flash pada dinding dengan permukaan bewarna akan merubah warna hasil foto kalian), atau pertimbangkan juga menggunakan difuser agar cahaya flash lebih lembut. Gedung acara pernikahan tidak mengijinkan penggunaan flash? maka kalian setidaknya menggunakan lensa cepat dengan aperture lebar atau meninggikan pengaturan ISO. Sebuah lensa yang memiliki fitur image-stabilisation (IS/VR) akan sangat membantu.

12. Gunakan format RAW

Kebanyakan fotografer tentu merasa tidak memiliki cukup waktu untuk menggunakan format RAW, mengingat butuh proses lebih panjang dalam p***a pemotretan, tetapi acara pernikahan terjadi sekali seumur hidup dan RAW akan sangat berguna karena memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam memanipulasi foto setelah pemotretan. Acara pernikahan terkadang memiliki nuansa pencahayaan yang ‘tricky’, maka dari itu RAW merupakan pilihan bagus guna memanipulasi exposure serta white balance menggunakan perangkat lunak.

13. Lihat hasil foto kalian pada saat acara resepsi

Salah satu keunggulan fotografi digital adalah kesiapan media. Beberapa fotografer bahkan selalu membawa notebook atau laptop pada saat acara resepsi pernikahan. Mereka melihat kembali dan membuatnya sebagai slideshow, dan memutarnya pada saat acara malam hari.

14. Pertimbangkan penggunaan background foto.

Salah satu tantangan dalam Wedding Photography adalah semua orang selalu bergerak kesana kemari, dan ini berarti background foto kalian juga akan berganti-ganti bukan? Idealnya cari BG yang teduh, rapi dan tidak ada elemen-elemen benda yang bisa mencuri perhatian penikmat foto pernikahan tersebut.

15. Jangan membuang foto-foto jelek

Salah satu keunggulan dalam fotografi digital adalah kemudahan mereview foto-foto yang sudah kita ambil, kita bisa dengan muda menghapus foto-foto yang dianggap jelek. Sobat perlu ingat bahwa, foto pada nantinya bisa di-crop atau dimanipulasi untuk memberikan kesan seni atau abstrak dan bisa ditambahkan pada album pernikahan.

16. Merubah prespektif

Berusahalah untuk sedikit kreatif dengan jepretan-jepretan kalian. Memang pada nantinya foto-foto dalam album akan berupa foto-foto formal atau pose formal, tetapi pastikan kalian untuk menyisipkan foto-foto dengan angle pemotretan dari bawah, atas, dengan wide angle dan lain-lain.

17. Fill Flash

Ketika memotret di luar ruangan pada saat setelah acara pernikahan atau saat sesi pemotretan, Sobat mungkin sebaiknya tetap membawa flash kalian turut serta, dan gunakan teknik fill flash. Atur kekuatan atau power flash sebanyak satu atau dua stop agar foto tidak terlalu blow-out, tetapi fill flash adalah suatu keharusan ketika pada kondisi subyek yang backlit (terkena cahaya matahari dari belakang) atau pada saat siang hari yang akan mengakibatkan banyak bayangan kuat.

18. Mode Continuous Shooting

Kamera dengan fitur memotret dalam jumlah banyak pada satu waktu akan sangat bermanfaat pada acara pernikahan, jika kamera kalian mendukung fitur tersebut, maka gunakanlah. Terkadang foto kedua dari sequence foto adalah foto yang terbaik karena mereka tampak santai dan telah beradaptasi pada momen tersebut.

19. Berharap apa yang tidak diharapkan

Rencana sempurna pun pada prakteknya bisa saja terjadi kesalahan, tetapi kesalah tersebut bisa menjadi momen yang sempurna di acara pernikahan. Banyak sekali kesalahan yang bisa terjadi pada saat acara pernikahan, seperti cincin yang terselip dan sulit ditemukan, turun hujan ketika acara resepsi berakhir dan lain-lain.

Momen seperti ini tentu akan menyebabkan sebuah kepanikan, tetapi momen seperti inilah yang bisa menciptakan kenangan yang tidak terlupakan. Cobalah mengabadikan momen tersebut, dan kalian akan mendapatkan foto-foto lucu yang membuat mereka tertawa.

20. Bersenang-senanglah

Wedding atau pernikahan adalah sebuah perayaan, dan perayaan seharusnya menyenangkan bukan? Semakin Sobat merasa senang sebagai seorang fotografer, maka percayalah kalian akan semakin santai ketika memotret.

Sekian artikel Tips & Cara Membuat Wedding Fotografi...jangan lupa like & Share

WILDLIFE PHOTOGRAPHY( Fotografi Alam Liar )Adalah genre fotografi yang berkaitan dengan dokumentasi berbagai bentuk satw...
18/01/2019

WILDLIFE PHOTOGRAPHY( Fotografi Alam Liar )

Adalah genre fotografi yang berkaitan dengan dokumentasi berbagai bentuk satwa liar di habitat aslinya.

Selain membutuhkan keterampilan fotografi, fotografer ini mungkin membutuhkan keterampilan kerajinan lapangan. Sebagai contoh, beberapa hewan sulit untuk didekati dan dengan demikian pengetahuan tentang perilaku hewan diperlukan untuk dapat memprediksi tindakannya. Memotret beberapa spesies mungkin memerlukan keterampilan menguntit atau menggunakan kulit petak / blind untuk penyembunyian.

Sementara foto satwa liar dapat diambil menggunakan peralatan dasar, fotografi yang berhasil dari beberapa jenis satwa liar membutuhkan peralatan khusus, seperti lensa makro untuk serangga, lensa panjang fokus panjang untuk burung dan kamera bawah air untuk kehidupan laut. Namun, foto satwa liar yang hebat juga dapat menjadi hasil berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan sering melibatkan pemahaman yang baik tentang perilaku hewan untuk mengantisipasi situasi menarik untuk ditangkap dalam fotografi.

* PERLENGKAPAN YANG DI BUTUHKAN

Perlengkapan untuk fotografi satwa liar sangat spesial dan menggunakan lensa dan peralatan yang berbeda dari kebanyakan seni fotografi lainnya. Kebanyakan lensa untuk seni fotografi ini memiliki panjang fokus yang sangat panjang antara 150mm dan 600mm., Memungkinkan fotografer untuk mendapatkan gambar yang lebih ketat mengisi bingkai dengan subjek yang mereka pilih. Beberapa peralatan khusus lainnya termasuk perangkap kamera, jangat, dan ekstender flash. Sementara sebagian besar satwa liar di potret dengan lensa telefoto yang panjang, mengapa demikian, karena ketika menggunakan lensa sudut lebar, itu bisa sangat mencolok. dan akan sangat sulit untuk memotret objek.

* TIPS MEMBUAT POTRET WILDLIFE

1. Pentingnya Cahaya

Saya harap semua orang tahu apa 'jam emas' itu, tetapi jika Anda tidak terbiasa dengan istilah itu, itu adalah jam pertama cahaya di pagi hari dan jam terakhir cahaya pada akhir hari. Ada banyak alasan mengapa jam emas adalah waktu yang tepat untuk mengambil foto, tetapi tiga alasan yang ingin saya sebutkan adalah nada cahaya, cahaya lembut yang dihasilkan dan ketinggian matahari relatif terhadap subjek. Mari kita mulai dengan foto sampel yang diambil selama waktu cahaya keemasan pagi dan menunjukkan kepada Anda sifat magis dari cahaya yang dihasilkan.

Jika Anda perhatikan dengan seksama pada foto, Anda akan melihat bahwa burung itu menyala indah dan bahkan memiliki cahaya menerangi dari bawah, hampir seolah-olah saya memegang reflektor emas di atasnya. Juga tidak ada area paparan berlebih di mana pun, namun burung ini tidak memiliki kepala dan ekor putih seperti induk elang botak dewasa, di mana hal itu akan lebih penting dan lebih mudah untuk diekspos secara berlebihan. Yang ingin saya katakan tentang jam emas, adalah cahaya pagi dan malam itu lebih lembut dan tidak sekeras itu, jadi gunakan itu untuk keuntungan Anda saat menembak hewan yang sulit diekspos. Juga, karena matahari rendah di langit saat ini, itu akan menerangi subjek lebih merata dan memiliki suhu yang indah terhadap cahaya.

Poin utama tentang jam emas, bukan jam itu sendiri, tetapi bahwa cahaya pertama dan terakhir adalah alat yang kuat dan cahaya matahari tengah hari yang keras dapat dengan mudah merusak foto yang mungkin saja menakjubkan. Matahari tengah hari juga menciptakan bayangan yang sangat kuat yang dapat merusak foto karena area gelap yang dibuatnya pada hewan itu sendiri (mis. Dari tanduk dll.) Hingga bayangan gelap yang kuat di tanah.

Hal - hal yang perlu diperhatikan :

* Anda harus bangun pagi untuk menembak di pagi hari

* Anda perlu memberikan waktu perjalanan untuk sampai ke lokasi

* Anda perlu memberi waktu untuk menemukan subjek

* Perhatikan kecepatan rana, memungkinkan tingkat cahaya

* Awasi keseimbangan putih Anda."Otomatis" mungkin bukan pilihan terbaik untuk menangkap warna

2. Cuaca / Musim

INDONESIA sebagai negara tropis tentunya dapat sangat berguna untuk membuat atau memotret objek yang luar biasa. Cuaca mendung, hujan, berkabut, dan angin dapat menjadi teman yang baik bagi seorang fotografer untuk mendapatkan hasil foto yang mengagumkan.

Contoh, pada saat cuaca sedang mendung, pada momen ini akan sangat berkesan karena disaat bersamaan cahaya matahari terhalang oleh awan dan membuat cahaya yang turun sangat lembut dan tidak terlalu kuat serta tidak juga membuat bayangan kuat pada objek.

Selain cuaca mendung, cuaca yang lain seperti hujan, berkabut, dan lain-lain juga bisa dijadikan senjata untuk membuat seni fotografi ini. ada banyak sekali kondisi cuaca yang dapat anda eksplorasi untuk mendapatkan foto yang mengagumkan.

Jangan ragu untuk mencoba hal baru, dan jangan takut untuk mengeksplore tempat yang belum pernah anda tapaki. karna bisa jadi disana anda akan mendapatkan momen istimewa.
Sekian beberapa tips untuk belajar WILDLIFE PHOTOGRAPHY. Semoga bermanfaat :D

TUTORIAL MEMBUAT LANDSCAPE PHOTOGRAPHYMemotret landscape menjadi hobi hampir semua orang pada saat ini, apalagi yang mem...
05/01/2019

TUTORIAL MEMBUAT LANDSCAPE PHOTOGRAPHY

Memotret landscape menjadi hobi hampir semua orang pada saat ini, apalagi yang memiliki hobi jalan-jalan atau traveling, ditambah dengan banyaknya orang yang mulai tertarik dengan fotografi, punya kamera yang canggih dan sebagainya.

Tapi bagaimana jika Anda s**a jalan-jalan tapi tak punya kamera dan hanya bermodalkan smartphone? Tentu boleh-boleh saja, Anda mau pake peralatan apa saja asal bisa menangkap gambar yang tersaji, tak ada yang melarang.

Hanya saja dengan kemampuan alat fotografi saat ini termasuk smartphone juga, kebanyakan orang jadinya hanya asal memotret pemandangan, tanpa memikirkan hasilnya bagus atau tidak.

Yah walaupun komposisi pemandangan dan selfienya memang sekarang selfie yang lebih mendominasi, hehe.

Berikut beberapa tips jitu agar supaya foto landscape atau foto pemandangan Anda bisa terlihat bagus, meski dengan kamera jenis apa saja bahkan dengan sebuah smartphone atau mobile phone.

1. Pastikan garis horizon lurus
Hal pertama yang harus Anda perhatikan ketika memotret landscape atau pemandangan, apalagi ketika Anda memotret batas laut dan langit, dimana garis horizonnya terekspos jelas adalah pastikan garis horizon yang Anda potret itu lurus, tak peduli kita memotret dengan DSLR atau dengan kamera smartphone.

sample-landscape-5

Kecuali memang sengaja ingin garis horizonnya miring, entah apalah alasannya, sebuah foto dengan garis horizon yang miring akan terlihat aneh dan kurang menarik.

Jadi sekali lagi pastikan garis horizonnya lurus, jika Anda menggunakan tripod, biasanya pada tripod terdapat fitur buble level yang fungsinya kira-kira sama dengan water pass, untuk memastikan tripod sudah berdiri di posisi datar atau tidak.

2. Pilih waktu yang tepat
Pemilihan waktu juga cukup berpengaruh dalam menentukan hasil foto landscape Anda, waktu yang umumnya tepat adalah saat pagi hari atau fajar dan saat sore hari menjelang terbenam matahari.

sunrise-tanah-misi

Landscape di saat fajar

Pada posisi waktu tersebut biasanya dikenal dengan golden hour, dimana pencahayaan akan memberikan efek dramatis pada hasil foto landscape Anda, sebuah foto di daerah tertentu yang dipotret pada siang hari dan sore hari, hasilnya bisa sangat berbeda karena arah cahaya matahari yang jatuh berbeda.

3. Tentukan Point of Interest
Menentukan objek utama dalam landscape fotografi juga cukup penting, karena dengan adanya point of interest atau bagian yang paling menarik perhatian, akan memberikan kesan berbeda kepada sebuah foto landscape.

Bahkan bisa memberikan kesan story behind the photo. Kalau zaman sekarang sih foto landscapenya kebanyakan point of interest adalah orang yang ikutan nampang di foto tersebut, hehehe.

10 Tips Jitu Memotret Landscape

4. Manfaatkan foreground dalam landscape
Manfaatkanlah foreground dalam foto landscape Anda, foreground di sini bisa berarti bebatuan, atau bunga atau apa saja, agar supaya foto landscape Anda tidak terlihat monoton.

pantai slow speed

Silakan berkreasi ses**a Anda dalam memotret dan memanfaatkan foreground yang bagus saat memotret.

5. ISO rendah
Pada bagian ini khusus Anda yang memotret dengan kamera yang bisa diatur tingkat ISOnya, gunakanlah ISO paling rendah yang bisa Anda dapatkan di pengaturan kamera, dengan begitu kualitas foto yang didapat juga akan maksimal.

Selalu periksa setingan kamera Anda sebelum memotret, jangan sampai Anda memotret dengan ISO tinggi di siang bolong. Selain itu hal yang mubazir, juga akan membuat kualitas foto Anda jadi menurun

6. Gunakan filter
Filter yang bisa Anda gunakan dalam landscape fotografi antara lain filter CPL, GND atau juga bisa menggunakan filter ND bagi yang s**a bermain slowspeed.

foto landscape dengan teknik slow speed

foto landscape dengan teknik slow speed

Pastikan Anda menguasai fungi utama filter-filter tersebut sebelum Anda menggunakannya.

7. Siluet
Jika kondisi foreground Anda jelek atau kotor, misalnya pinggiran sungai atau danau tempat memotret sunset dan sunrise penuh sampah, biarkan saja itu gelap atau menjadi siluet dalam foto, daripada membuat keseluruhan foto jadi jelek.

8. Pergunakan pembanding untuk menunjukan ukuran
Apabila Anda memotret landscape berupa tebing atau gunung, apapun juga itu dan Anda ingin menunjukkan kemegahan atau betapa besar ukurannya, gunakanlah objek pembanding untuk menunjukan ukuran sebenarnya dari objek utama yang dipotret.

10 Tips Jitu Memotret Landscape

9. Gunakan RAW
Jika kamera yang dimiliki bisa memotret dengan format RAW, gunakanlah itu agar supaya memberikan keleluasaan dalam post processing atau editing di software nantinya.

10. Jangan buang sampah sembarangan
Oke tips terakhir ini sebenarnya tidak berhubungan dengan kualitas foto anda hehe, tapi tips ini menunjukan bahwa anda adalah seorang landscaper atau traveler yang beretika, karena akibat traveler-traveler yang tidak beretika tadi, sehingga banyak objek foto landscape yang jadi jelek hanya karena masalah sampah ini.

Address

Semarang
50162

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when JlingArt photography posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to JlingArt photography:

Share

Category