24/03/2019
TEDAK SITEN
Tedak Siten dikenal juga sebagai upacara Turun Tanah, merupakan budaya warisan leluhur masyarakat Jawa, untuk bayi yang berusia 7 atau 8 bulan. Tradisi ini dijalankan saat anak berusia 7 bulan dari hari kelahirannya dalam hitungan pasaran Jawa. Dimana dalam 1 bulan hitungan pasaran Jawa berjumlah 36 hari.
Ada 7 rangkaian dan makna dalam prosesi Tedak Siten.
1. Menapaki tangga tebu. Antebing kalbu (TEBU) atau ketetapan hati dalam menjalani kehidupan.
2. Proses menapaki jadah. Ada 7 warna jadah yaitu hitam, ungu, biru, hijau, merah, kuning dan putih. Hal ini bermakna hidup berawal dari gelap dan berakhir dengan terang.
3. Bayi dimasukkan dalam kurungan ayam yang berisi berbagai macam benda. Diibaratkan sebagai simbol dunia dengan segala macam isinya. Bayi akan memilih salah satu benda yang ada didalan kurungan, merupakan simbol profesi atau kesukaan anak kelak nantinya.
4. Memilih gambar tokoh wayang yang dipercaya dapat membentuk karakternya ketika dewasa.
5. Dimandikan dengan air dari 7 sumber. Pitu (tujuh) mengandung makna pitulungan. Harapannya dalam hidup senantiasa mendapatkan pertolongan.
6. Bayi ditempatkan dalam tikar yang sudah diberi uang koin dan beras kuning, yang kemudian dibagi-bagikan. Beras bermakna rejeki dan kehidupan. Filosofi proses ini adalah meski bergelimang uang dan kesejahteraan jangan sampai terpedaya.
7. Bermain dengan teman sebaya. Maknanya dalam hidup selalu butuh teman dan bersosialisasi.
Info lebih lanjut, paket prosesi Tedak Siten.
Klik bit.ly/hansweedeezphotography