02/09/2022
Bus Legendaris, Metromini
Angkutan ini pernah menjadi transportasi favorit bagi warga Ibu Kota. Kehadirannya ditunggu dan hampir selalu dipenuhi oleh penumpang seperti tampak pada gambar yang diambil oleh pewarta Kompas pada 1983 berikut, Penumpang yang berjejal di pintu merupakan pemandangan biasa. Penumpang yang sampai harus bertengger di jendela pada bis jurusan Pasar Minggu-Ciputat ini (pada gambar), Nmaun, kini keberedaannya sudah tidak terlihat lagi di Ibu Kota.
Cikal bakal bus Metromini bermula sejak tahun 1962 bertepatan dengan diselenggarakan Pesta Olahraga Asian Games di Jakarta. Kala itu, Presiden Soekarno mendatangkan sejumlah bus Robur Lo 2500 buatan Jerman Timur. Bus berkapasitas 29 penumpang itu digunakan untuk antar jemput para atlet dari Bandara Kemayoran ke Gelora B**g Karno (GBK).
Satu tahun berselang, bus ini masih dipakai untuk acara Games of the New Emerging Forces (Ganefo). Setelah dua perhelatan olahraga itu selesai, bus-bus ini tetap menghiasi jalanan di Ibu Kota. Mereka beroperasi mengisi sejumlah rute yang belum diisi bus, mesti tanpa pengelolaan yang jelas. Baru kemudian tahun 1976 dipegang pengelola berbadan hukum, PT Metromini. Sebagian pengusaha bus sedang juga mendirikan Kopaja.
Awal kemunculan Metromini ini sebenarnya tidak jauh beda ketika berlangsung Asian Games tahun 2018 lalu. Tahun itu Pemprov DKI menghadirkan 300 bus baru untuk antar jemput atlet dari asrama ke dan antar arena pertandingan di GBK. Mesin bus-bus itu buatan Eropa, Mercedes Benz dan Scania, dengan karoseri dalam negeri, yaitu Laksana di Ungaran dan Nusantara Gemilang di Demak.
Dikutip dari artikel "Lenggak-lenggok Bus Legendaris Metromini" dari . Temukan arsip di www.kompasdata.id (tautan pada profil).