08/31/2026
TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT (TPNPB) Klaim Empat Aparat Tewas dalam Kontak Senjata di Yahukimo, Soroti Penggunaan Pesawat Sipil
Yahukimo, Papua — 30 Agustus 2026
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyampaikan klaim mengenai terjadinya kontak senjata antara pasukan TPNPB dan aparat keamanan Indonesia di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dalam siaran pers yang disebut berasal dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada Minggu, 30 Agustus 2026, organisasi tersebut mengklaim bahwa empat aparat militer Indonesia, yang disebut sebagai anggota Marinir, menjadi korban dalam operasi gabungan di kawasan Jalan KPU dan wilayah Kali Biru, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Menurut pernyataan tersebut, operasi berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026. TPNPB menyebut operasi itu melibatkan pasukan dari Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama-Derakma.
TPNPB juga menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut dan meminta pemerintah Indonesia mengumumkan secara resmi jumlah serta identitas korban dalam insiden tersebut.
Selain persoalan kontak senjata, TPNPB menyoroti pergerakan personel militer menuju Yahukimo. Dalam pernyataannya, mereka mengklaim bahwa sehari setelah insiden, pada 29 Agustus 2026, terdapat pergerakan pasukan menggunakan pesawat sipil menuju wilayah Yahukimo.
Namun, klaim mengenai jumlah korban, kronologi lengkap kontak senjata, serta penggunaan pesawat sipil tersebut masih perlu diverifikasi secara independen melalui keterangan resmi TNI, Polri, pemerintah daerah, maupun sumber lapangan yang kredibel.
Dalam siaran persnya, TPNPB juga menyerukan agar aparat keamanan mematuhi prinsip-prinsip hukum humaniter dalam setiap operasi di wilayah konflik. Mereka secara khusus meminta agar warga sipil tidak menjadi sasaran penangkapan atau tindakan kekerasan.
Situasi keamanan di Yahukimo menjadi perhatian karena setiap eskalasi bersenjata berpotensi meningkatkan risiko terhadap masyarakat sipil.
Karena itu, diperlukan informasi resmi dan verifikasi dari berbagai pihak untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dalam kontak senjata pada 28 Agustus 2026 serta perkembangan keamanan di Yahukimo setelahnya.
Catatan: Seluruh informasi mengenai korban, pihak yang terlibat, dan penggunaan pesawat sipil dalam naskah ini merupakan klaim yang dikaitkan dengan siaran pers TPNPB dan belum dapat dianggap sebagai fakta terverifikasi tanpa konfirmasi independen.